Pembangunan RSUD Milik Pemprov Kalteng di Kecamatan Hanau Mencapai 84 Persen
SB, KUALA PEMBUANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Provinsi di Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan dipastikan pada awal tahun 2024 sudah operasional.
Maka dari itu, untuk memastikan sejauh mana pekerjaan pembangunan, Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo meninjau langsung progres pembangunan RSUD Kelas B tersebut yang ditargetkan rampung akhir tahun 2023.
Wagub Kalteng mengatakan, memastikan pembangunan tersebut berjalan lancar dan sejauh mana progresnya sehingga dirinya langsung turun memastikan tidak ada kendala di lapangan.
“Alhamdulillah pekerjaan berjalan lancar, pembangunan secara fisik sudah ada kemajuan. Perhitungannya tadi sudah mencapai 84 persen fisiknya,” ujar Wagub, Selasa (3/10/2023).
Ia menyampaikan, pekerjaan ini harus sesuai target yaitu kurang lebih sisa waktu dua bulan setengah. Namun dirinya juga optimis kalau tidak ada kendala semua akan selesai sesuai kontrak.
“Kita harapkan semuanya bisa berjalan dengan baik. Kita berharap rumah sakit tersebut bisa membantu pelayanan kesehatan khususnya di wilayah Barat sesuai dengan harapan Bapak Gubernur dan masyarakat semua,” terangnya.
Ia mendorong agar pembangunan RSUD di wilayah Barat ini terus digenjot agar selesai sesuai target. Dan nantinya bisa dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit rujukan dan mampu melayani masyarakat wilayah barat yang mencakup Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau dan masyarakat di sekitar perkebunan.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul menambahkan, Rumah Sakit Kelas B ini dilengkapi dengan peralatan modern yang telah menyesuaikan dengan tuntutan di era teknologi saat ini, serta fasilitas dan kapasitas gedung yang memadai, juga dirancang dengan sangat matang untuk menjawab kebutuhan dan perkembangan di masa mendatang.
“Nantinya Rumah Sakit Hanau tersebut setelah selesai pembangunannya, maka Rumah Sakit Hanau yang ada saat ini akan kita tutup, dan kita pindah kesana. Jadi tidak jalan dua-duanya. Dengan demikian kita sudah punya orangnya yakni sebagian dokternya, sebagian kami sekolahkan, peralatan juga sebagian kita sudah punya, sebagian lagi kita usulkan ke Kementerian Kesehatan. Harapannya 2024 pelayanan sudah pindah ke Rumah Sakit yang baru,” tutupnya. (sb/*)