Lewati ke konten utama
HUKUM

Selamat Dari Maut, Terbangun Saat Terasa Panas dan Api Membakar Separuh Rumah

Redaksi 15-10-2023, 02:06 WIB 2 menit baca
Tampak empat bangunan rumah warga hanya tersisa puing-puing akibat dilalap si jago merah. (FOTO:ABU)
Tampak empat bangunan rumah warga hanya tersisa puing-puing akibat dilalap si jago merah. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT – Di saat warga sedang mulai istirahat karena beraktivitas seharian pada siang hari, digegerkan dengan kebakaran di kawasan padat penduduk Jalan Mujahidin RT 04/ RW 04, Kelurahan Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Sabtu (14/10/2023).

Sehingga warga pun berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, karena api dengan cepat membesar membakar empat rumah dan gedung sarang walet milik warga pada pukul 21.00 WIB.

Salah satu korban pemilik rumah, Siah (55) mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 21:00 WIB. Kebakaran menghanguskan 4 rumah yang dihuni oleh 4 KK dan satu bangunan walet.

"Posisi saya lagi tidur tiba-tiba ada hawa panas tidak dengar teriak diluar juga. Pas bangun api sudah diatas atap. Saya langsung buru-buru menyelamatkan diri. Semua harta benda hangus terbakar termausk surat tanah. Tidak ada satupun diselamatkan,” kata Siah saat diwawancara media pada Minggu (15/10/2023).

Namun, menurut keterangan salah satu penghuni rumah juga yang menjadi korban kebakaran H Abdullah sempat mencium bau terbakar dari bagian belakang rumah yang berdekatan dengan gedung walet.

"Saya pulang dari acara bazar tiba-tiba mencium bau terbakar dari bagian belakang rumah, saat dicek, terlihat api yang sudah dalam keadaan membesar membakar bagian atap rumah sehingga langsung merambat ke empat rumah lainnya. Malam tadi rata rata semua penghuni rumah masih di acara Bazar tidak banyak orang disekitar sini,” ungkapnya.

Abdullah juga menambahkan, hanya berapa barang dirumahnya yang bisa diselamtkan namun ketiga rumah lainnya yang ikut terbakar tidak bisa diselamatkan pasalnya api merambat dengan cepat dan penghuninya lagi tidak di rumah.

"Saya hanya bisa selamatkan motor dan surat surat penting saja, barang lainnya tidak bisa diselamatkan. Untuk tiga rumah yang lainnya tidak ada satupun barang terselamatkan,” sebutnya.

Hingga siang ini korban kebakaran sudah didatangi Bupati Kotim dan Dinas Sosial Kotim sekaligus untuk memberikan bantuan kepada para korban kebakaran.

"Alhamdulillah kalau Bupati tadi bilang memberikan santunan uang Rp.200 JT untuk empat rumah tapi dua bulan lagi baru diterima. Untuk dari Dinsos bantuan berupa sembako secukupnya,” tutup Abdullah. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard