Dua Sekolah di Kotim Dijadikan Sampel Program Ayo Kembali Sekolah
SB, SAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim) M Irfansyah mengatakan sedang menverifikasi data jumlah anak yang putus sekolah yang disebut paling tinggi di Kotim.
Irfansyah menyebut, sekolah - sekolah yang dikunjungi diantaranya dua sekolah yang ditunjuk sebagai sampel data program ayo kembali ke sekolah oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
"Kita sudah membuat dua lokasi fokus untuk sempel verifikasi yakni SDN 1 Baamang Hulu dan SDN 2 Baamang Hulu. Berdasarkan hasil verifikasi validasi di lapangan, ada memang anak yang sudah berhenti namun kembali lagi bersekolah".
Menurutnya, perlu ada pembaruan data dan pengecekan di lapangan terkait data-data yang ada. Dilakukan validasi agar mengetahui jumlah dan penyebabnya untuk dicarikan jalan keluarnya.
Lanjutnya, anak tidak sekolah (ATS) ini terbagi menjadi tiga, yang pertama karena orang tua atau kondisi ekonomi, kedua karena anak berkebutuhan khusus yang biasanya kurang percaya diri kembali ke sekolah dan ketiga terjadi gara-gara perpindahan orang tua.
"Begitupun pada saat mereka lukus sekolah dasar kita langsung melakukan tracing untuk lanjut kemana sehingga tindakan prefentifnya bila ada yang tidak lanjut, langsung kita tangani,” imbuh Plt Kepala Disdik Kotim tersebut. (f1/sb)