Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pengaruh DBH Belum Optimal, Pemkab Kotim Akan Ekspor Hasil Sawit Sendiri

Redaksi 31-10-2023, 01:41 WIB 1 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor saat menerima kunjungan Kepala Kantor Bea dan Cukai Sampit. (FOTO:AQMAR)
Bupati Kotim, H Halikinnor saat menerima kunjungan Kepala Kantor Bea dan Cukai Sampit. (FOTO:AQMAR)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana untuk mengeskpor hasil sawit sendiri. Dikarenakan Dana Bagi Hasil (DBH) industri kelapa sawit dari pemerintah pusat belum optimal.

Jadi katanya, perlu mengambil langkah tersebut agar pembangunan di Kotim bisa maksimal.

"Iya memang betul kita sudah mendapatkan DBH sawit sebesar Rp 46 miliar, tetapi itu dapat lebih besar lagi karena itu dihitung dari ekspor sementara Kotim sendiri tidak mengekspor," kata Halikinnor.

Hal tersebut dikatakan oleh Halikinnor saat menerima kunjungan kerja dari Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai dan rombongan di Rumah Jabatan Bupati pada Senin (31/10/2023).

Bea dan Cukai datang sebagai perwakilan dari  Kementrian Keuangan untuk wilayah Kotim, Katingan dan juga Seruyan berperan memungut dan sekaligus mengawasi makanan, minuman dan hasil bumi menyampaikan potensi ekspor sawit.

Dirinya juga menuturkan, hasil sawit dan CPO dari Kotim selama ini hanya dikirimkan ke Batam, Dumai, Lampung dan juga Sumatera Utara. Karena perusahaan perkebunan di daerah setempat mayoritasnya berasal dari Sumatera.

Dirinya mencoba berkoordinasi dengan kementrian keuangan melalui Kepala Kantor Bea dan Cukai agar DBH sawit kembali di daerah penghasil sekitar 50 persen. Dirinya juga ingin aliran di sungai mentaya dikeruk supaya kapal besar bisa masuk, karena selama ini kapal yang masuk hanya kapal kecil dengan kapasitas 3.000 ton. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard