Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

50 Persen Warga Sampit Masih Gunakan Obat Tradisional Untuk Jaga Kesehatan

Redaksi 03-11-2023, 06:46 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kotawaringin Timur (Kotim), Umar Kaderi mengatakan saat ini pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad) semakin dinikmati masyarakat dan menjadi salah satu pilihan dalam menyelesaikan masalah kesehatan.

Umar Kaderi menyebutkan, hampir 50 persen masyarakat menggunakan jamu untuk menjaga kesehatan dan pengobatan alternatif. Saat ini pelayanan kesehatan dengan konsep back to nature banyak mendapat perhatian dari masyarakat.

"Berdasarkan riset nasional, menunjukkan bahwa 49,53 persen penduduk Indonesia menggunakan jamu baik untuk menjaga kesehatan maupun pengobatan karena sakit,” kata Umar Kaderi pada Kamis (2/11/2023).

Pihaknya sudah memiliki fasilitasi peralatan Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) sebagai salah satu upaya untuk memperoleh bahan baku obat tradisional yang sesuai standar yang dalam perkembangannya akan menjadi salah satu kawasan Pusat Pengembangan Obat Tradisional (PPOT) yang menjadi sarana edukasi wisata ekonomi bagi masyarakat dan penelitian/pengujian berkelanjutan.

Lanjutnya, pedomaan yang dikeluarjan olek Kemenkes RI obat tradisional yang layak dikonsumsi dan dipasarkan adalah obat tradisional yang telah memenuhi syarat yaitu di buat dengan memenuhi  cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB).

"Kedepannya kami akan menguatkan pemahaman tentang pemanfaatan obat tradisonal yang baik serta melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha obat tradisional yang ada di Kotim,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard