Pemkab Kotim Upayakan Strategi Pencegahan HIV AIDS
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengupayakan strategi untuk mencegah penularan penyakit HIV dan AIDS.
Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati mengatakan, pentingnya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama seluruh instansi terkait untuk bersinergi dalam mengoptimalkan dan penerapan strategi Suluh, Testing, Obati dan Pertahankan (STOP).
"Upaya ini dapat berjalan dengan optimal jika seluruh elemen masyarakat dan instansi ikut dalam berkontribusi. Strategi STOP ini dilakukan untuk mengetahui dan mencapai target 90-90-90," kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Jumat (03/11/2023).
Target 90-90-90 merupakan target, 90 persen orang mengetahui status HIV melalui tes atau deteksi dini, 90 persen orang dengan HIV atau AIDS atau ODHA yang mengetahui status HIV memulai terapi ARV dan 90 persen ODHA yang menjalani terapi ARV dapat menekan jumlah virus dan mengurangi penularan HIV.
Seperti yang sudah diketahui, penularan penyakit HIV dan AIDS di Kotawaringin Timur paling banyak terjadi pada laki-laki yang melakukan hubungan seks dengan sesama jenis laki-laki dengan jumlah 14 orang, pasangan beresiko tinggi 8 orang, pelanggan pekerja seks 4 orang, pekerja seks 1 orang dan lain-lain 2 orang.
"Saat ini di Kotim sudah banyak kasus penularan penyakit HIV dan AIDS, diantaranya ada 12 orang karyawan, 6 orang pekerja swasta, 2 buruh dan 8 orang lainnya merupakan ibu rumah tangga," ucap Irawati. (f2/sb)