Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Tekan Angka KIA, Petugas Kesehatan Perlu Gencar Penyuluhan Catin

Redaksi 03-11-2023, 02:52 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten kotawaringin Timur (Kotim) mendorong tenaga kesehatan Puskesmas wilayah melaksanakan penyuluhan konseling dan edukasi dalam upaya memberikan pemahaman kepada calon pengantin (Catin) tentang bagaimana mewujudkan keluarga yang sehat.

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi mengatakan, penyuluhan puskesmas dengan melakukan premarital check up atau pemeriksaan kesehatan imunisasi TT pra nikah merupakan program dari Kemenkes RI.

"Edukasi ini sangat penting. Namun banyak calon mempelai yang justru tidak menyadari pentingnya pemeriksaan pranikah. Olehnya itu Puskesmas melakukan penyuluhan sesuai data pada setiap sektor wilayah kerjanya,” kata Umar Kaderi saat dikonfirmasi pada Jumat (3/11/2023).

Umar menjelaskan, melakukan premarital check up juga mencegah angka kematian ibu dan anak (AKI) di kabupaten Kotim. Dimana angka kematian ibu dan anak untuk Kotim pada 2022 lalu mencapai 119 kasus.

Lanjutnya, Kematian ibu 11 dan 108 kematian bayi. Penyebab kematian ibu tersebut karena perdarahan. Sedangkan untuk kematian bayi disebabkan oleh asfiksia, ards atau sindrom kegawatan pernafasan akut, dan lahir prematur.

"Bukan berarti calon pengantin dicurigai berpenyakit. Sebagai bentuk antisipasi saja. Ini juga menekan angka kematian ibu dan anak (KIA). Olehnya itu kami harap kerjasama dari Puskesmas dan OPD wilayah untuk terus mensukseskan program ini,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard