Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

Dewan Imbau Masyarakat Waspada DBD di Peralihan Musim

Redaksi 13-11-2023, 09:08 WIB 1 menit baca
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini. (FOTO:ISTIMEWA)
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Peralihan musim sehingga sangat rawan penyebaran penyakit khususnya terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Yang mana dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya tercatat, dari periode Januari hingga Oktober 2023 sebanyak 241 kasus di Palangka Raya.

Maka masyarakat diingatkan dan diminta waspada terhadap penyakit DBD. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini kepada awak media, belum lama ini.

Menurutnya, dalam mencegah penyebaran penyakit DBD ini perlu sinergitas semua pihak, tidak hanya dari pihak Dinas Kesehatan saja tetapi semua elemen masyarakat yaitu untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga pola makan.

"Peralihan musim wabah DBD selalu menjadi isu yang perlu diperhatikan. Karenanya, masyarakat diimbau agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan pola hidup bersih sehat," ungkap Norhaini, Senin (13/11/2023).

Lebih lanjut srikandi DPRD Palangka Raya dari Fraksi Golkar ini mengatakan? kedisiplinan masyarakat untuk menjaga kebersihan, seperti membersihkan benda atau sampah yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD, adalah langkah nyata mengatasi peningkatan kasus DBD.

Dan dirinya berharap petugas kesehatan segera mungkin untuk melakukan fogging dilokasi yang rawan penyebaran DBD dan yang sudah ditemukan, termasuk di lingkungan wajib dilakukan fongging karena anak-anak rawan terserang DBD.

"Apabila memungkinkan dilakukan fogging di daerah rawan berkembang biaknya nyamuk DBD. Fogging merupakan metode pengendalian nyamuk yang efektif dimana dapat mengurangi populasi nyamuk DBD," ujarnya menjelaskan.

Harus disadari tambah dia, musim peralihan yang ditandai dengan curah hujan yang tinggi, dapat menciptakan lingkungan ideal bagi nyamuk Aedes aegypti vektor penyakit DBD.

Karena itu, masyarakat dapat bersama-sama menjaga kesehatan dan menghindari penyebaran DBD dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (sb)/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard