Pelajar SMPN 3 Sampit Terganggu Bau Sampah, DLH Berencana Pasang Blower
SB, SAMPIT - Keberadaan Depo Sampah di Jalan Wartel Condrat, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotim dinilai sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa SMPN 3 Sampit.
Salah seorang siswa SMPN 3 Sampit mengakui setiap kali pembongkaran sampah baunya menyengat sampai ke ruang kelas. Karena lokasi depo sampah itu hanya berjarak beberapa meter dari sekolah tersebut.
"Setiap kali diangkut baunya sampai ke ruang kelas. Kami merasa terganggu karena tidak fokus belajar,” kata seorang siswa SMPN 3 Sampit saat diwawancarai pada Kamis (18/1/2023).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim H Machmoer menanggapi hal tersebut dengan berencana diadakannya pemasangan blower untuk mengurangi bau yang tidak sehat.
"Kita akan berupaya mengurangi bau yang menyebar itu, bisa menggunakan blower yang cukup kuat diatas atap agar baunya cepat membaur dengan udara diatas," kata Machmoer, Kamis (18/1/2024).
Dirinya menjelaskan, pembangunan depo tersebut melalui berbagai pertimbangan dan kajian sekitar tahun 2007 lalu. Melalui persetujuan masyarakat setempat dan juga pihak sekolah yaitu SMP Negeri 3 Sampit. Namum berjalan waktu berganti kepemimpinan, masyarakat juga ada yang pindah dan berganti.
Pihaknya akan terus berupaya agar segera diadakan pemasangan blower agar bau tidak menyebar ke sekolah hingga menggangu proses belajar mengajar.
"Kita melihat anggaran, jika memungkinkan maka bisa diadakan pemasangan blower untuk mengurangi bau tersebut, karena anggaran DLH juga terbatas namun dalam tahun ini kita usahakan," pungkasnya (f1/sb)