Prevelensi Stunting di Kotim Tahun 2023 Alami Penurunan
SB, SAMPIT - Angka stunting Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami penurunan pada tahun 2023. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2022 sebanyak 22,6 persen sedangkan pada 2023 menjadi 18,6 persen.
"Terjadi penurunan status pendek dan sangat pendek pada bayi dari 22,6 persen menjadi 18,6 persen di 2023 kemarin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, Senin (5/2/2024).
Umar mengatakan, dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit bersumber lingkungan, pihaknya telah melakukan pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Sampai dengan tahun 2023, telah ada 27 desa/kelurahan yang tidak ada lagi BAB di tempat terbuka atau open defecation free (ODF).
Ia juga menjelaskan, untuk capaian standar pelayanan minimal bidang kesehatan masih belum optimal. Balita yang ditimbang dan mendapat pelayanan sesuai standar 66,7%, usia produktif yang diskrining 60,2 % dan usia lanjut diskrining 61,1 persen.
"Sedangkan Posyandu kita selalu aktif dengan ketersediaan kader di pasyandu. Pengembangan program posyandu juga baru 97 persen dari 317 posyandu yang ada di Kotim,” ucapnya.
Olehnya itu dirinya menegaskan, penanganan stunting tersebut memerlukan konvergensi aksi yang berkelanjutan dan melibatkan peran banyak pihak, terutama pada intervensi sensitif.
"Menangani stunting ini harus dilakukan lewat berbagai cara, daya dan upaya, termasuk memperkuat koordinasi. Tidak hanya di lingkup pemerintahan saja, tapi pentahelix melibatkan elemen masyarakat, komunitas peduli, pelaku usaha, hingga media masa,” tutupnya. (f1/sb)