Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Bawaslu Kotim Berikan Pelatihan Saksi Pemilu 2024

Redaksi 06-02-2024, 07:52 WIB 1 menit baca
Komisioner Bawaslu Kotim foto bersama dengan sejumlah peserta saksi. (FOTO:ABU)
Komisioner Bawaslu Kotim foto bersama dengan sejumlah peserta saksi. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotm) memberikan pelatihan mengenai mekanisme, tugas dan kewajiban saksi peserta pemilu 2024 yang akan bertugas saat hari pemungutan suara Pemilu 2024 di Aquarius Boutique Hotel, Selasa (6/2/2024).

Ketua Bawaslu Kotim Muhammad Natsir mengatakan, adapun dasar pelatihan saksi peserta pemilu adalah amanah dari Pasal 351 ayat 1 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 yang menjadi tanggung jawab Bawaslu.

"Pelatihan saksi peserta Pemilu tersebut dilakukan kepada partai politik (Parpol), DPD maupun tim calon presiden dan wakil presiden," kata Natsir.

Kegiatan digelar selama 2 hari terbagi untuk 5 daerah pilihan (dapil). Hari pertama, Bawaslu Kotim mengundang perwakilan saksi peserta pemilu dapil I, II dan V. Kemudian hari kedua untuk perwakilan saksi peserta pemilu dapil III dan IV.

Dikatakannya, dalam pelatihan ini akan diberikan tentang antisipasi kecurangan, pelanggaran yang sering terjadi, hingga bagaimana cara pelaporan jika terjadi kecurangan.

Dengan menghadirkan narasumber Pegiat pemilu bersertifikasi Anita Fransiska yang juga mantan anggota Bawaslu Katingan 2 periode, Tenaga Ahli Bawaslu RI Fentje Bawengan, Komisioner KPU Kotim Tohari, dan narasumber internal Bawaslu Kotim Salim Basyaib dari Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kotim.

"Materi dari Bawaslu lebih kepada pengawasan kalau KPU kotim dari segi teknis mulai dari persiapan pemungutan, proses pemungutan, proses persiapan perhitungan surat suara dan perhitungan surat suara," imbuhnya.

Natsir berharap, dengan dilatihnya saksi peserta pemilu ini pemungutan dan perhitungan suara memberikan hasil yang berkualitas. Karena adanya tambahan pengawasan dari peserta pemilu baik parpol, DPD maupun tim capres dan cawapres akan meminimalkan tingkat kecurangan.

"Saya mengimbau agar setiap pelatihan yang diberikan kepada perwakilan dapat diteruskan kepada seksi di internal partai masing-masing," ucapnya (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard