Jangan Ada Lagi Kasus Bullying di Sekolah
SB, PALANGKA RAYA - Adanya kasus perundungan atau bullying terhadap di lingkungan sekolah mendapat respon dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya.
Wahid Yusuf selalu Wakil Ketua DPRD Kota Palangka Raya menyampaikan, bahwa dirinya sangat prihatin masih adanya kasus perundungan di lingkungan sekolah di zaman sekarang ini.
Mencegah agar tidak terjadi lagi, dirinya mendorong agar instansi terkait dan pihak pendidik lebih berperan aktif dalam melakukan pengawasan kepada para peserta didik.
Dan ungkapnya juga, dalam pengawasan para orang tua jangan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, tetapi orang tua lebih bertanggung jawab untuk memberikan pemahaman atau edukasi kepada anak-anak agar tidak melakukan aksi bullying di sekolah atau dimanapun.
Perilaku aksi bully tentu akan menimbulkan trauma dan depresi bagi korban, sehingga berdampak akan menurunnya minat untuk mengikuti kegiatan di sekolah.
"Untuk tidak terjadi perlu adanya pendamping bagi korban bullying. Saya minta sekali lagi pihak sekolah hari benar-benar mengawasi anak didiknya, jangan sampai ini kembali terulang lagi," terangnya, Jumat (8//3/2024).
Politisi Partai Golkar ini menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya aksi perundungan, perlu adanya sosialisasi oleh pihak-pihak terkait, Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya serta dampak negatif yang di sebabkan oleh tindakan bullying, perundungan dan kekerasan di sekolah.
"Yang sudah perlu evaluasi bersama agar aksi seperti ini tidak lagi terjadi apalagi di lembaga pendidikan," pungkasnya. (sb/*)