Petani Sayuran Gagal Panen, Harga Mulai Melonjak Naik
SB, SAMPIT - Harga sayur di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa waktu belakangan ini mengalami kenaikan.
Hal ini dikemukakan oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kotim Permata Fitri, dan salah satu penyebabnya adalah gagal panennya petani karena perubahan cuaca.
Adapun sejumlah harga di pasar beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan misalnya seperti cabai berkisar Rp 100-110 ribu yang sebelumnya hanya berkisar Rp. 60-80 per kilogram, yang diikuti harga tomat juga mengalami kenaikan.
"Gagal panen ini disebabkan oleh adanya perubahan iklim dan perubahan cuaca global, sehingga banyak petani yang gagal panen," ucap Fitri (11/03/2024).
Fitri mengatakan, faktor cuaca sangat menentukan dan mempengaruhi jumlah produksi petani. Contohnya, seperti yang terjadi pada sentra pertanian padi pada tahun 2023 lalu yang terendam banjir.
"Jadi banjir ini menggenangi seluruh lahan- lahan pertanian masyarakat. Itu yang mengakibatkan gagal panen dan juga berdampak pada hasil produksi petani," ujarnya.
Lanjutnya, pada tahun 2023 daerah ini jugamengalami fluktuasi yang menyebabkan sejumlah petani gagal panen.
"Fluktuasi antara panas dan hujan itu besar sekali. Kadang-kadang terasa kaya gerah dan panas sekali. Itu kalau untuk tanaman seperti holtikultura seperti sayur-sayuran cabai, tomat, terong dan lainnya bisa terjadi kegagalan," cetusnya.
Selain itu, di sisi lain menurut Fitri masalah nasional seperti dampak El Nino yang terjadi di daerah ini tentu sangat memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tanaman baik itu tanaman pangan, seperti padi, palawija dan lain sebagainya.
"Karena ketika proses terjadinya El Nino ini akan memengaruhi seluruh proses penanaman, jadi tingkat kegagalan juga sangat besar," papar Permata Fitri.
Fitri juga membeberkan, pihaknya saat ini telah mempersiapkan langkah-langkah untuk mengatisipasi hal tersebut. Misalnya, dengan memberikan pendampingan dan Penyuluhan Pertanian terhadap para petani terutama yang ada di Kotim. (f1/sb)