Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Pemerintah Diminta Atasi Desa Blank Spot

Redaksi 29-10-2022, 06:13 WIB 1 menit baca
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Pardamean Gultom
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Pardamean Gultom

SB, SAMPIT - Di era digitalisasi sekarang ini, jaringan telekomunikasi dan internet sudah menjadi kebutuhan mendasar di masyarakat. Pasalnya, semua akses informasi dan komunikasi dipercepat melalui internet.

Namun di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) puluhan desa masih belum tersentuh jaringan internet atau disebut blank spot.

Hal ini pun mendapat sorotan dari anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Pardamean Gultom. 

Ia pun meminta pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Kotim untuk memperhatikan jaringan telekomunikasi sehingga program Smart City yang dicanangkan benar terwujud.

Karena dari informasi yang didapat, lanjutnya terdapat 75 desa masih berstatus blank spot.

"Sekarang ini serba internet, kalau desa masih blank spot maka penyampaian informasi jadi terhambat. Sekedar contoh, suatu aparat desa mau mengirimkan surat atau laporan data ke pemerintah kabupaten otomatis jadi terhambat. Sedangkan laporan sangat penting dan diminta cepat," terangnya di Sampit, Sabtu (29/10/2022).

Dengan begitu, dirinya berharap paling tidak tahun 2022 ini pemerintah bisa membuat akses internet dibeberapa desa sehingga bisa mengakses internet maupun jaringan telekomunikasi.

"Internet sekarang bisa disebut kebutuhan primer karena semua serba menggunakan akses internet. Sesuai sudah membutuhkan internet bahkan transaksi keuangan dan lain sebagainya sudah digitalisasi," kata Fraksi Komisi IV ini. (ok)

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard