Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

82 Satuan Pendidikan SMP Sederajat di Kotim Ikuti GBP

Redaksi 28-05-2024, 01:23 WIB 1 menit baca
Foto bersama usai pembukaan Gebyar Prestasi Pelajar. (FOTO:ABU)
Foto bersama usai pembukaan Gebyar Prestasi Pelajar. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, Yolanda mengatakan, peserta yang ikut Gebyar Prestasi Pelajar jenjang SMP/MTS sebanyak 82 satuan pendidikan yang tersebar di 17 Kecamatan se-Kotim. 

"Ada 5 olimpiade yang dilombakan yakni, OSN (Olimpiade Siswa Nasional) diikuti sebanyak 577 peserta. Kedua yakni O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional sebanyak 190 peserta. Ketiga FLSN yang diikuti sebanyak 182 peserta. Ke empat GSI (Gala Siswa Indonesia) sebanyak sebanyak 110 orang," kata Yolanda, Senin (28/5/2024).

Sedangkan untuk olimpiade terakhir yakni Kompetinsi Penelitian Siswa Indonesia (KPSI) yang mana olimpiade ini berlomba secara daring langsung ke tingakat Nasional yang dibagi menjadi 5 group.

Ia menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut menyiapkan dan menfasilitasi para peserta didik dijenjang SMP/MTS untuk mengekspresikan minat bakat dan talenta yang dimiliki.

"Kegiatan ini juga membentuk karakter bangsa peserta didik kita. Juga sebagai upaya dukungan pemerintah daerah dalam mengapresiasi segala kecakapan dan potensi yang dimiliki peserta didik," ujarnya.

Lanjut Yolanda, seluruh pendaan menyukaeskan kegiatan tersebut semuanya bersumber dari Dinas Pendidikan Kotim tahun anggaran 2024.

Sementara itu ketua panitia Gede mengatakan, kegiatan Gebyar Prestasi Pelajar akan berlangsung dari 28 -31 Mei dengan 5 Jenis perlombaan besar.

"Tujuan kegiatan ini untuk menyediakan wadah untuk anak anak kita mengasah diri, mengekspresikan talenta dan petonesi yang mereka miliki. Kita punya kewajiban untuk memberikan itu," terangnya.

Ia juga mengakui seluruh satuan pendidikan SMP/MTS di Kotim sangat mendukung kegiatan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan 82 satuan pendidikan dari 114 yang mengirimkan kontingen.

"Sekolah yang belum mengirimkan kontingen karena ada sedikit kendala yaitu akses sekolah yang jauh dan ada juga sekokah yang jumlah peserta didikya tidak terlalu banyak. Tapi secara umum semua satuan pendidikan mensuport penuh kegiatan ini," tuturnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard