Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Guru se-Kotim Ikuti Training Of Trainers Pemahaman Cinta Rupiah

Redaksi 12-07-2024, 03:28 WIB 1 menit baca
Sejumlah guru mengikuti kegiatan training of trainer atau TOT. (FOTO: ISTIMEWA)
Sejumlah guru mengikuti kegiatan training of trainer atau TOT. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), M Irfansyah menghadiri pembukaam kegiatan training of trainer (TOT) Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah diikuti guru se Kotim dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI), bertempat di Aula Aquarius Hotel, Sampit, Jumat (12/7/2024).

Irfansyah menyampaikan dengan pelatihan tersebut dapat memperkaya wawasan pada guru dengan dalam era globalisasi dan digitalisasi seperti saat ini.

"Tantangan terhadap stabilitas dan kepercayaan terhadap mata uang kita semakin besar," kata Irfansyah.

Kita tentu sudah tidak asing dengan yang namanya uang elektronik yakni menggunakan rupiah digital sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal.

Melalui kegiatan TOT cinta bangga dan paham rupiah ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan yang komprehensif dan keterampilan yang mumpuni untuk menjadi agen edukator di lingkungan masing-masing khususnya di lingkungan satuan pendidikan masing.

"Cinta merupakan rupiah kemampuan masyarakat perwujudan dari untuk mengenal karakteristik dan desain rupiah, memperlakukan rupiah secara tepat dan menjaga rupiah dari kejahatan uang palsu," ujarnya.

SEmentara bangga rupiah merupakan perwujudan kemampuan masyarakat memahami rupiah.

Sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan NKRI, dan alat pemersatu bangsa. Dan yang terakhir, paham rupiah, adalah kemampuan masyarakat memahami peran rupiah dalam peredaran uang, stabilitas ekonomi, dan fungsinya sebagai alat penyimpan nilai kemampuan untuk bertransaksi, berbelanja dan tentunya berhemat.

"Kita harus benar-benar menyadari bahwa upaya yang dapat kita lakukan untuk memperkuat perekonomian nasional, dan membangun bangsa yang lebih mandiri dan berdaulat adalah dengan menjaga dan menggunakan rupiah dengan bijak," terangnya.

"Oleh karena itu saya berpesan kepada para peserta, manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Serap ilmu dan pengalaman yang disampaikan oleh para narasumber, dan setelah kegiatan ini, sebarkanlah pengetahuan tersebut pada masyarakat luas. Ingatlah bahwa tugas kita ak berhenti di sini, tetapi baru saja dimulai," tambahnya. (f1/ab)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard