Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Remaja Penderita Anemi di Kotim Capai 30 Persen

Redaksi 19-07-2024, 05:44 WIB 1 menit baca
Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim memberikan sosialisasi kesehatan kepada remaja sekolah. (FOTO: ISTIMEWA)
Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim memberikan sosialisasi kesehatan kepada remaja sekolah. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Sekretaris Dinkes Kotim Ali mengatakan, gerakan aksi bergizi pada satuan Sekolah Menengah Atas di Kotim tujuannya untuk upaya menyadarkan masyarakat atas pentingnya kesehatan.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri pembukaan kegiatan gerakan aksi bergizi SMA sederajat di Kota Sampit, pada Jumat (19/7/2024).

"Kegiatan hari ini sangat penting karena berkaitan dengan Germas pada program Dinkes khusunya pada sektor Gizi. Terutama pada remaja putri yang berumur sekolah menderita anemi atau kekurangan darah," kata Ali.

Ia menjelaskan, menurut data dari Dinkes Kotim rata rata yang menderita anemi 30 persen dari remaja putri. Ia mengatakan penyakit ini sangat beresiko ketika mereka melanjutkan kehidupan lebih lanjut.

"Timbulnya anemi yang tinggi itu karena kurang kesadaran anak-anak kita mengonsumsi makanan bergizi. Tidak harus mahal namun bisa menfaatkan sumber alam yang ada. Olehnya dengan kegiatan ini bisa membekali siswa kita untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut khususnya remaja putri," jelasnya.

Lanjutnya, di Kotim sendiri sebenarnya masih banyak yang dimanfaatkan tanaman untuk dikonsumsi seperti sayur mayur dan buahan. Tidak harus makan makanan yang instan yang mana menimbulkan gejala anemi (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard