Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Dinkes Kotim Lakukan Tracking Kontrak Erat Penderita TBC

Redaksi 22-07-2024, 07:53 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi

SB, SAMPIT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengatakan penelusuran atau tracing kontak erat dapat mencegah meluasnya penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC).

"Saat ini Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri mengubah pola lain untuk penanggulangan TBC sehingga ke depan begitu kita dapat penderita TBC kita lakukan tracing seperti saat covid-19 kemarin," kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, Sabtu (20/7/2024).

Ia mengakui bahwasanya TBC merupakan penyakit menahun. Penyakit ini sangat sulit ditanggulangi dan diberantas karena disebabkan oleh bakteri yang dapat menular melalui kontak dengan penderita.

Ia berharap dengan penelusuran kontak erat penderita TBC dari keluarga, tetangga dan teman bisa mendiagnosis sedini mungkin penderita baru. Sehingga pihaknya akan cepat memberikan pengobatan agar TBC tidak menyebar lebih luas.

"Penyakit ini sudah memiliki cara pemeriksaan, diagnosa dan pengobatan yang jelas. Penderita harus menjalani pengobatang jangka panjang dan rutin minum obat selama 6 bulan hingga dinyatakan sembuh," ujarnya.

Olehnya itu pihaknya dan Forkompimda untuk tidak surut dalam penanganan TBC dalam situasi apapun. Upaya penanganan tuberkulosis harus didukung seluruh jajaran Pemerintah dan segenap lapisan masyarakat agar tidak ada hambatan sosial-ekonomi apa pun dalam menjangkau pelayanan kesehatan yang berkualitas.

"Kami akan terus melakukan multi-sektoral dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, untuk memperkuat dalam penanganannya," tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard