Dinkes Ajak Semua Pihak Sukseskan ILP di Wilayah Kotim
SB, SAMPIT - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim Umar Kaderi mengatakan, penyelenggaraan posyandu integrasi layanan primer (ILP) di wilayah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab bersama.
"Tidak hanya tanggungjawab sektor kesehatan, tetapi perlu dukungan dari semua sektor, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan monitoring dan evaluasi,” kata Umar Kaderi, Selasa (24/7/2024).
Ia menjelaskan pelaksanaan ILP 2024 ini melibatkan banyak pihak hingga ke tingkat desa/kelurahan, bahkan dusun/RW sehingga peran serta masyarakat serta pemerintah desa ataupun kelurahan sangat penting untuk mengoptimalkan implementasinya.
Pasalnya, pada tahun 2024 ini telah ditetapkan target indikator Puskesmas menerapkan ILP secara nasional sebesar 40 persen atau sekitar 4.072 Puskesmas. Target untuk Kotim adalah sebanyak 21 Puskesmas. Indikator tersebut menjadi indikator dalam rancangan teknokratik RPJMN periode tahun 2025 – 2029 maupun rencana strategis Kementerian Kesehatan.
"Olehnya itu kami minta kepada pemerintah desa maupun kelurahan, untuk dapat mendukung dan membersamai pelaksanaan kebijakan ini. Terlebih kusus dalam pelaksanaannya, kader kesehatan dan kader posyandu yang merupakan unsur masyarakat, akan bertugas bersama petugas kesehatan, baik di puskesmas pembantu maupun di posyandu",imbaunya
Lanjutnya, ILP ini adalah salah satu agenda Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan rakyat sehat Indonesia emas 2045. Di Kabupaten Kotim sendiri, akan difokuskan pada langkah optimalisasi Posyandu ILP yang akan menjadi layanan kesehatan pertama yang dituju masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan. Apabila di Posyandu tidak tuntas akan dirujuk ke Puskesmas Pembantu (Pustu).
"Kami akan tetus melakukan pendampingan serta monitoring evaluasi secara berkala untuk memantau pelaksanaan ILP agar berjalan secara optimal sehingga target nasional dapat tercapai,” pungkasnya. (f1/sb)