Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Sekda Buka Diklat Pelayaran Diselenggarakan KSOP

Redaksi 30-07-2024, 02:21 WIB 1 menit baca
Sekda Kotim, Fajurrahman foto bersama saat menghadiri acara pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat angkatan 1. (FOTO:ABU)
Sekda Kotim, Fajurrahman foto bersama saat menghadiri acara pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat angkatan 1. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 3 Sampit bekerjasama dengan Politeknik Pelayaran Barombong, menggelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat angkatan ke-1 Tahun 2024. Diklat meliputi jenis Surat Keterangan Kecakapan (SKK 60 Mil deck dan engine) dan Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM) pada Selasa (30/7/2024).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Kotim Halikinnor dalam hal ini diwakilikan oleh Sekda Fajurrahman dan memberikan selamat serta mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

"Saya berharap melalui Diklat ini, bapak ibu sekalian dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai, yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan masing-masing,” kata Fajurrahman, Selasa (30/7/2024).

Selain itu, dirinya juga mengharapkan terjalinnya kerjasama yang baik antar peserta, sehingga dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Diklat ini, terutama kepada kepala KSOP kelas 3 Sampit, dan seluruh panitia pelaksana. Semoga kerja keras dan usaha kita bersama dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala KSOP Kelas 3 Sampit Hermawan mengatakan, Diklat hari ini dengan peserta dari para nelayan dan para nahkoda membawa kapal kecil baik itu untuk penyebrangan di perairan Kotim dengan membawa penumpang.

"Untuk pelayaran di Kotim sendiri sejauh ini masih tergolong sangat kecil terjadinya kecelakaan. Namun dengan adanya Diklat ini semua peserta pahami bahwa keselamatan saya berlayar itu sangatlah penting,” jelasnya.

Ia juga mengatakan dalam menghadapi musim kemarau ini semua harus memahami pasang surat air sungai Mentaya, karena berpengaruh terhadap roda ekonomi di Kotim sendiri.

"Dengan adanya Diklat ini semua peserta sudah mengetahui kondisi cuaca yang terjadi nantinya. Langkah antisipasi, langkah percepatan mereka sudah bisa paham,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard