Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Kotim Kekurangan Tenaga Pengawas Sekolah

Redaksi 07-08-2024, 01:57 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Muhammad Irfansyah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Muhammad Irfansyah

SB, SAMPIT - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini masih menghadapi kendala dalam hal kekurangan tenaga pengawas sekolah di wilayah setempat.

Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah mengatakan, jumlah tenaga pengawas sekolah di Kotim saat ini sangat terbatas, dengan hanya 20 pengawas sekolah yang aktif.

"Terkait kesenjangan antara pengawas dan jumlah sekolah memang kita akui kekurangan," kata Irfansyah, Rabu (7/8/2024).

Irfansyah mengungkapkan, jumlah pengawas sekolah yang terbatas ini tidak sebanding dengan jumlah sekolah tingkat TK, SD dan SMP yang ada di Kotim

"Saat ini pengaas pendidikan di Kotim berjumlah 20 orang dengan satuan pendidikan yang ada saat ini jenjang TK, SD dan SMP sekitar 600 sekolah. Jumlah tersebut sangat jauh dari ideal dimana 1 pengawas semestinya membawahi 6-10 sekolah,” jelasnya

Irfansyah mengatakan salah satu penyebab kekurangan pengawas tersebut akibat berubahnya regulasi. Saat ini pengawas harus guru penggerak dan mengikuti uji kompetensi kepengawasan.

Untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga pengawas ini, Irfansyah menjelaskan pihaknya akan terus berupaya mencari solusi untuk pemenuhan pengawas tersebut dan akan menyampaikan permasalahan itu kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

"Nanti akan kami tindak lanjuti hal ini ke Dirjen GTK di pusat untuk mencarikan solusinya bagaimana. Karena di Kotim sendiri kita ketahui jarak sekolahnya berjauhan. Bayangkan untuk 10 sekolah yang diawasi itu jaraknya semua jauh seperti di Samuda, Kecamatan Pulau Hanaut dan kecamatan Antang Kalang semua sekolahnya berjauhan dan medannya juga cukup sulit," tegasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard