Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Sekolah Diingatkan Jangan Tahan Ijazah Siswa

Redaksi 09-08-2024, 08:39 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, M Irfansyah ketika diwawancara oleh wartawan. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, M Irfansyah ketika diwawancara oleh wartawan. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengingatkan pihak sekolah di wilayah setempat agar tidak menahan ijazah siswa yang sudah dinyatakan lulus dengan alasan apapun.

Hal ini dikatakannya karena terkait adanya isu penahan ijazah disalah satu SMK di kota Sampit. Ia mengatakan setiap ada kelulusan siswa pasti ada kejadian seperti ini. Olehnya itu pihaknya mengingatkan kepada pihak sekolah untuk tidak menahan ijazah saat kelulusan sekolah.

"Kalau SD SMP sesuai dengan surat edaran kami dengan alasan apapun tidak boleh di tahan. Karena ijazah ini dicetak oleh negara," kata Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, Jumat (9/8/2024).

Menurut Irfansyah terkait isu penahan ijazah salah satu SMK di Sampit pihaknya kemudian sudah menelusuri. Meskipun sekolah tersebut tanggung jawab Provinsi namun pihaknya sebagai Instansi Pendidikan di wilayah ini turut mengambil peran.

"Memang ada isu di SMK memang ada, kami sudah melakukan investigasi dan menjelaskan kepada pihak sekolah. Meskipun bukan tanggung jawab kami tapi demi kebaikan bersama dan itu tanggung jawab kita semua," lanjutnya.

Namun, Irfansyah kembali menegaskan bahwa sekolah punya hak dan kewajiban begitu siswa. Apalagi sekolah swasta yang yang harus meyelesaikan hak-hal di sekolah.

Menurutnya, siswa tetap diberikan ijazah karena dia lulus. Tapi siswa juga sadar akan kewajibannya di sekolah, dia tetap harus membayar walaupun saat itu belum, intinya sampai dia punya kemampuan untuk membayar.

"Kita ini ada kewajiban dan hak dia. Ada hak dia menerima ijazah setelah di luluskan dan kita punya kewajiban untuk menagih kalau dia masih punya kewajiban. Terutama di sekolah sewasta. Ada ekstrakulikuler disana mungkin, karena SMK bedah dengan SMP," tukasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard