Jalan Berlubang di Kota Sampit Ditambal
SB, SAMPIT - Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP ) melalui UPTD Pemeliharaan Jalan, Drainase dan Pertamanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melakukan pemeliharaan jalan yang berlubang di sejumlah ruas jalan di Kota Sampit.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan, Drainase dan Pertamanan Slamet Giartono mengatakan, pihaknya melakukan pemeliharaan jalan dengan melakukan survei dan turun ke lapangan untuk menutup ruas jalan aspal yang berlubang. Hal itu untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan berkendara masyarakat.
"Ini disurvei dan ada informasi masyarakat, terkait kondisi jalan yang berlubang," kata Slamet, Kamis (22/8/2024).
Pada 15-16 Agustus lalu, pengaspalan jalan yang berlubang sebelumnya telah dilakukan di sebagian Jalan Kapten Mulyono. Kemudian, di Jalan Soeprapto dan dilanjutkan di Jalan Sukabumi Kelurahan Baamang Hilir Kecamatan Baamang.
"Untuk selanjutnya, kami masih menyelesaikan Jalan sukabumi dan selanjutnya Jalan Sampurna, Jalan Jaya Wijaya, Jalan Tidar, dan seterusnya ke ruas jalan lain yang ada lubangnya. Namun, masih banyak yang perlu ditangani," jelasnya.
Untuk penambalan jalan berlubang, selain informasi dari masyarakat, pihaknya juga menerjunkan tim surveikelapangan. Kemudian memetakan lokasi mana saja yang akan dilakukan penambalan.
"Untuk pengerjaan penambalan jalan, tim di lapangan terdiri dari delapan orang personel," terangnya.
Slamet menambahkan, untuk pemeliharaan jalan sifatnya kondisional. Diutamakan ruas ruas yang mengalami rusak ringan. Pasalnya, untuk penambalan menggunakan material yang telah tersedia di dinas terkait.
"Pemeliharaan ini sifatnya kondisional. Ada spot-spot tertentu yang rusak ringan. Kalau sifatnya besar, atau luas dan rusak berat memerlukan material yang banyak. Akan diusulkan untuk di proyek rehabilitasi jalan," ungkapnya
Sedangkan pemeliharaan jalan berlubang menggunakan material yang tersedia dan diolah atau dimasak pagi di kantor, baru siangnya segera dihamparkan atau ditambal, dan itu dipasang panas, langsung mengeras," katanya.
Pihaknya berharap pemeliharaan jalan tersebut dapat mengoptimalkan dan menjaga kondisi ruas jalan di dalam Kota Sampit, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan. (f1/sb)