seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Dinsos Gelar Pelatihan Pemantapan Anggota TAGANA

by Redaksi - Tanggal 11-11-2022,   jam 12:35:24
Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang, memberikan arahan pada pembukaan pelatihan pemantapan anggota TAGANA di Aula Kantor Dinas Sosial setempat, Jumat (11/11/2022). FOTO : ISTIMEWA Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang, memberikan arahan pada pembukaan pelatihan pemantapan anggota TAGANA di Aula Kantor Dinas Sosial setempat, Jumat (11/11/2022). FOTO : ISTIMEWA

SB, PULANG PISAU - Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang menghadiri Pembukaan Kegiatan Pelatihan Pemantapan Anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di aula kantor Dinas Sosial kabupaten setempat, Jumat (11/11/2022).

Hadir juga Asisten II Hj Deni Widanarni, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pulang Pisau Eknamensi Tawun, Koordinasi Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Dinas Sosial Kalteng, Reimart Yuspanito dan pejabat eselon III, IV dan ASN dan TKHL pada kantor Dinas Sosial setempat.

Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang dalam arahannya menyampaikan hakekat dari tujuan penanggulangan bencana, adalah untuk mengurangi dan menekan dampak resiko bencana terhadap masyarakat.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, segala aspek maupun proses yang terkait dengan upaya-upaya penanggulangan bencana bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, dari ancaman bencana untuk mencapai tujuan tersebut.

"Maka diperlukan upaya penanggulangan bencana secara menyeluruh, dan terpadu melalui dari pra bencana, saat terjadi bencana dan pasca bencana," tegasnya.

Lanjut Bupati, lenanggulangan bencana berbasiskan masyarakat telah menjadi paradigma utama, dalam upaya-upaya pengurangan resiko bencana kolaborasi pemerintah pusat, daerah dan semua pihak menjadi bagian yang terpenting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

"TAGANA mempunyai tugas membantu pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melaksanakan penanggulangan bencana. Baik pra bencana, saat bencana terjadi dan pasca bencana itu sendiri serta tugas-tugas penanganan permasalahan sosial dan lainnya," jelas Bupati yang akrab disapa Taty ini.

Taty menambahkan TAGANA adalah relawan yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketulusan, keikhlasan dan bukan keterpaksaan bagi kemanusiaan. Sehingga sanubari insan-insan TAGANA harus dilandasi sukarelawan.

"Artinya berbuat untuk sesama secara rela, tapi dilaksanakan secara suka cita tanpa adanya pamrih," tegasnya lagi.

Menurutnya TAGANA yang berprinsip satu komando (one command) satu aturan (one rule), satu Corsa (one korps). Berdasarkan tiga hal tersebut, maka jiwa atau roh TAGANA sebagai relawan kemanusiaan yang bermoralitas tinggi, cerdas dan profesional niscaya dapat terwujud.

"Artinya, TAGANA harus memiliki komitmen yang kuat terhadap peran dan tanggung jawab sebagai potensi masyarakat taktis dalam penanggulangan bencana," tandasnya. (dm)