Lewati ke konten utama
Provinsi

Cetak Sawah Baru di Kalteng Bukan Food Estate, Pemerintah Siapkan Rp 16 Triliun

Redaksi 19-09-2024, 08:11 WIB 2 menit baca
Pemerintah Provinsi menggelar Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Pusat membahas persiapan cetak sawah. (FOTO: ISTIMEWA)
Pemerintah Provinsi menggelar Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Pusat membahas persiapan cetak sawah. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah pusat tampaknya mulai serius untuk membangun cetak sawah di Kalimantan Tengah (Kalteng). Setidaknya 400.000 hektare atau hampir seluas pulau bali bakal dibuat di Kalteng untuk tahap pertama tahun depan. 

Hal itu disampaikan Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alamsyah dalam rapat koordinasi persiapan cetak sawah di Kota Palangka Raya, Rabu (18/9/2024). Hadir dalam kegiatan itu berbagai pejabat daerah juga Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo. 

Andi mengungkapkan, pemerintah menyiapkan dana Rp 16 triliun untuk membuat cetak sawah dan optimasi lahan di Indonesia. Selain di Kalteng pihaknya akan membangun di Papua, Sulawesi dan Sumatera. Mereka menargetkan 3 juta hektar atau hampir 3 kali ukuran Pulau jawa, bakal dibangun dalam waktu lebih kurang tiga tahun.

Andi menambahkan, program ini juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintahan mendatang di era Prabowo-Gibran.

"Sekarang Rp16 Triliun telah kita siapkan. Termasuk cetak sawah dan kelangkaan tenaga kerja yang terjadi di Kapuas itu akan diselesaikan dengan modernisasi pertania,” katanya.

Menurut Andi, program cetak sawah ini merupakan program baru dari Kementerian Pertanian RI berbeda dengan program sebelumnya yakni food estate atau lumbung pangan. Walakin, tujuannya tetap sama yakni swasembada pangan. 

Pengerjaannya, lanjut Andi, tidak menggunakan lahan lumbung pangan nasional yang merupakan bekas lokasi pengembangan lahan gambut (PLG). Rencananya akan dimulai pada Januari 2025.

“Ga lagi, jadi tidak ada lagi food estate. Ini sekarang cetak sawah,” tegasnya.

Andi Nur bilang, pihaknya bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait lainnya telah menggelar rapat koordinasi. Dalam rapat itu dibahas terkait teknis dan mekanisme program cetak sawah baru di Kalimantan Tengah.

Ia berharap agar program ini dapat berjalan lancar dan Kalimantan Tengah dapat swasembada pangan untuk Indonesia.

“Food etate sudah selesai. Kita sekarang mau melakukan, memitigasi, agar tidak ada masalah dikemudian hari. Makanya rapat koordinasi ini untuk mensingkronkan itu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo mengatakan, pemerintah provinsi siap memberikan dukungan untuk program satu juta cetak sawah baru di provinsi setempat. Rencananya untuk tahap pertama akan digarap 400 ribu hektare cetak sawah baru di tujuh kabupaten.

“Kita ada 400 ribu hektare yang siap untuk dikerjakan. Ini tadi Pak Direktur Jendral menyampaikan 165 ribu di Kapuas, nah itu target utama yang segera dirampungkan,” katanya.

Edy Pratowo menyebutkan bahwa program tersebut masih terus berjalan. Ia meminta kepada seluruh pihak yang terlibat untuk dapat bergerak cepat mensukseskan program tersebut. Jika ada masalah semua pihak juga diminta untuk segera berkoordinasi agar permasalahan dapat terselesaikan.

“Karena ini program yang masuk ke daerah, tentu sangat senang, mendukung ini kan program dari presiden terpilih juga bapak Prabowo. Yang menempatkan Marauke, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, sebagai kawasan swasembada pangan nasional,” tandasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard