Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Pos Sampit dah BKSDA Kalteng Patroli Kemunculan Satwa Liar

Redaksi 16-11-2022, 01:36 WIB 1 menit baca
IMBAUAN : Petugas Pos Sampit dan BKSDA Kalteng imbauan pedagang burung di sekitar Taman Kota Sampit. FOTO : ISTIMEWA
IMBAUAN : Petugas Pos Sampit dan BKSDA Kalteng imbauan pedagang burung di sekitar Taman Kota Sampit. FOTO : ISTIMEWA

SB, SAMPIT - Mencegah jual beli hewan dilindungi, petugas Pos Sampit dan BKSDA Kalteng menggelar patroli tumbuhan dan satwa di Kota Sampit dan sekitarnya pada Selasa (15/11/2022) kemarin.

Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah mengatakan, kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk mencegah terjadinya penyiksaan dan jual beli terhadap satwa liar dan dilindungi.

Muriansyah menambahkan, pertama kali mendatangi lokasi gangguan orang utan, beruang madu dan buaya serta penjual burung. Yang kita datangi pertama adalah masyarakat di Jalan Lingkar Utara atau Jalan Soekarno adanya bekas orang utan dan beruang.

"Disana menemukan sarang orang utan kelas 2 dan 3 sebanyak 8 buah. Petugas memberikan pengarahan dan imbauan agar berhati-hati dan segera melapor apabila ada satwa liar," terang Komandan BKSDA Pos Sampit ini, Rabu (16/11/2022).

Kemudian dilanjutkan, imbauan kepada penjual burung sekitar Taman Kota Sampit. Dilokasi menemukan seekor burung beo yang dilarang diperjual belikan, kita pun langsung meminta untuk menyerahkan dan tidak menjual belikan satwa dilindungi," tegasnya.

Ditambahkannya, kegiatan tersebut adalah salah satu upaya untuk meminimalisir punahnya hewan yang dilindungi.

"Selain itu kami juga meminta masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Desa Ganepo untuk berhati-hati terhadap binatang buas seperti buaya. Karena buaya muara bisa saja muncul sewaktu-waktu," tutupnya. (ok)

 

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard