Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Perubahan Sistem GOS V1 ke GOS V2, Penyebab Jaringan Internet SIMRS RSUD dr Murjani Sampit Lelet

Redaksi 20-10-2024, 06:58 WIB 2 menit baca
Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany ketika memberikan keterangan tentang penyebab layanan pendaftaran internet terganggu. (FOTO:ABU)
Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany ketika memberikan keterangan tentang penyebab layanan pendaftaran internet terganggu. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany menanggapi terkait jaringan internet SIMRS yang sepekan ini mengalami gangguan.

Yulia mengatakan, kendala jaringan internet SIMRS sudah terjadi sejak adanya perubahan sistem dari Sistem Informasi Manajemen Generik Open Source (GOS) Versi 1 ke GOS V2 yang sudah berjalan selama beberapa minggu terakhir.

"Perubahan sistem GOS V1 ke GOS V2 itu memerlukan penyesuaian. Penambahan bandwidth internet sudah dilakukan dari 100 Mbps menjadi 300 Mbps. Namun jaringan LAN tidak support," kata Yulia, Sabtu (19/10/2024)

Ia menjelaskan, jaringan LAN yang tidak support ke GOS V2 menyebabkan jaringan down. Ia mengakui tetap bisa layanan tapi sistemnya lelet terutama saat jam-jam layanan pagi sampai siang karena difungsikan bersamaan.

"Dengan kendala jaringan seperti ini, kuota pendaftaran pasien terpaksa kami batasi sementara, dari yang tadinya setiap poli bisa melayani 50-60 pasien berkurang menjadi 30-35 pasien per poli," jelasnya.

Dirinya mengakui, kendala jaringan ini sudah sudah di antisipasi sebelum transisi perbaruan sistem GOS V2 dilakukan. Penyedia jaringan itu sudah teken kontrak lelang sekitar Juni lalu, aturannya jaringan itu sudah bisa mulai dikerjakan, tetapi ternyata dari pihak penyedianya baru setting jaringan 11 September lalu.

"Kabelnya baru datang akhir September kemarin dan sampai saat ini pekerjaan pemasangan jaringan masih berproses oleh vendor," jelasnya.

Mengatasi masalah yang sudah ramai dikeluhkan di media sosial, jajaran manajemen RSUD dr Murjani Sampit telah melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi terkait pelayanan terhadap pasien rawat jalan bersama dewan pengawas rumah sakit.

"Mulai Senin lalu, kuota pasien rawat jalan di setiap klinik yang tadinya dikurangi sudah dikembalikan seperti semula. Perbaikan layanan terhadap pasien akan terus kami upayakan demi memastikan semua pasien terlayani," ujarnya.

Pihaknya juga telah membahas permasalahan dengan Pemkab Kotim dalam penerapan sistem Rekam Medik Elektronik (RME) dan kendala pada sistem jaringan internet SIMRS yang berdampak terhadap aplikasi yang digunakan.

"Kami berterima kasih kepada Pemkab Kotim yang sudah bergerak cepat menanggapi permasalahan ini dengan melaksanakan rapat. Lima orang tim dari Diskominfo dan dua orang dari pihak penyedia sedang melakukan assesment untuk mengidentifikasi masalah jaringan di rumah sakit," tutupnya (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard