seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pemkab Kapuas Adakan Audensi Survey IKRN, BNN Berikan Apresiasi

by Redaksi - Tanggal 24-10-2024,   jam 08:11:18
Asisten III Setda Kapuas MA Saribi, mendampingi Kepala BNN Palangkaraya Kombes Pol I Wayan Korna dan Kabid pada Kesbangpol Kapuas Syahlan pada acara audensi suryey IKRN. FOTO: TRIONO Asisten III Setda Kapuas MA Saribi, mendampingi Kepala BNN Palangkaraya Kombes Pol I Wayan Korna dan Kabid pada Kesbangpol Kapuas Syahlan pada acara audensi suryey IKRN. FOTO: TRIONO

SB, KUALA KAPUAS - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, melalui Badan Kesbangpol Kapuas yang telah melaksanakan audensi survei Indeks Kawasan Rawan Narkoba (IKRN) bersama stakeholder terlait, Rabu, (23/10/2024) di aula Bappelitbangda Jalan Tambun Bungai Kuala Kapuas.

Kepala BNN Kota Palangkaraya Kombes Pol I Wayan Korna, mengatakan Survei IKRN sebagai upaya nyata dalam memetakan daerah rawan penyalahgunaan narkoba, yang akan membantu BNN dan aparat terkait untuk merumuskan kebijakan pencegahan dan penindakan yang lebih efektif. 

Kombes Pol I Wayan Korna juga menyampaikan BNN berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan bebas narkoba di seluruh wilayah.

"Kami bangga bisa menghadirkan camat dalam kegiatan ini, yang mana ada 214 desa 17 kelurahan dari 17 wilayah kecamatan yang dipetakan," katanya.

Lanjutnya, Survei Indeks Kawasan Rawan Narkoba merupakan langkah strategis dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Hasil survei ini memberikan data penting bagi pemerintah dan BNN untuk memetakan daerah rawan dan merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran. 

"Kenapa ini kita lakukan ini, karena memang dari masyarakat ini sudah familiar kaitannya dengan korban-korban penyalahgunaan narkotika hanya kita belum mendapat buktinya," tegasnya.

"Karena itu survey langsung ke desa dan kelurahan lebih mengena surveynya, sehingga pemerintah dengan survey ini bisa menghasilkan keputusan yang lebih tepat," imbuhnya.

Menurutnya pencegahan narkoba bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Masyarakat, aparat, dan lembaga terkait harus bersinergi dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkoba melalui edukasi, pengawasan, dan deteksi dini, guna menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.

"Harapan saya kita harus peduli semua, mulai masyarakat, dan tidak hanya pejabatnya karena ini mengancam," tandasnya. (dm)