Lewati ke konten utama
Provinsi

Workshop Sawit Indonesia Ramah Anak Upaya Peningkatan SDM

Redaksi 24-10-2024, 12:58 WIB 1 menit baca
Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra (Pemkesra) Kalteng, Maskur membacakan sambutan usai membuka Seminar dan Workshop Sawit Indonesia Ramah Anak yang diselanggarakan Gapki. (FOTO:PEMPROV KALTENG)
Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra (Pemkesra) Kalteng, Maskur membacakan sambutan usai membuka Seminar dan Workshop Sawit Indonesia Ramah Anak yang diselanggarakan Gapki. (FOTO:PEMPROV KALTENG)

SB, PALANGKA RAYA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melaksanakan Seminar dan Workshop Sawit Indonesia Ramah Anak, bertempat di Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya, Kamis (24/10/2024).

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Umum Gapki Pusat Eddy Martono, Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ciput Eka Purwianti dan Ketua Gapki Kalteng Syaiful Panigoro tersebut dibuka oleh Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra (Pemkesra) Maskur.

“Kegiatan ini sangat bagus. Karena keberadaan sawit ramah anak dapat menjadi salah satu ikhtiar positif, guna mewujudkan SDM yang tangguh dan berdaya saing, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucap Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra (Pemkesra) Kalteng, Maskur membacakan sambutan Plt Sekda Kalteng.

Menurutnya, pemenuhan hak anak yang berada di lokasi yang jauh dari akses, merupakan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dalam memastikan layanan dasar dan mendapatkan kesempatan yang sama dengan wilayah yang lebih terjangkau askesnya.

“Oleh karena itu, peran industri sawit sangat penting dan strategis. Dimana secara nasional, sawit melibatkan jutaan pekerja,” ungkapnya dari mmc Kalteng.

Kemudian tambahnya, Kalteng memiliki perkebunan yang sangat besar dalam hal ini sawit, sawit juga memiliki organisasi dan jaringan kuat hingga perdesaan. Diketahui perdesaan punya banyak tantangan tapi minim infrastruktur pendukung.

“Maka perlu upaya kolaboratif, termasuk dalam mengoptimalkan peran industri sawit bagi masyarakat khususnya anak-anak,” ungkap Maskur.

Dikesematan itu dirinya berharap kegiatan itu dapat menjadi wadah bagi pemangku kepentingan guna bertukar ide gagasan serta informasi dalam menerapkan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi anak anak yang ada disekitar kebun sawit. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard