Lewati ke konten utama
Provinsi

Hari Pahlawan Enam Orangutan Dilepas Liarkan, Satu Berasal Penyelamatan dari Thailand

Redaksi 12-11-2024, 02:23 WIB 3 menit baca
Tim dokter saat mengecek kesehatan orangutan sebelum dilepas liarkan. (FOTO:YAYASAN BOS)
Tim dokter saat mengecek kesehatan orangutan sebelum dilepas liarkan. (FOTO:YAYASAN BOS)

SB, PALANGKA RAYA – Untuk memperingati Hari Pahlawan Yayasan Borneo Orangutan Survival melepasliarkan enam orangutan ke rumah barunya. Di antara enam orang itu, terdapat orangutan yang diselamatkan dari Thailand yang menjalani masa rehabilitasi selama 12 tahun di Nyaru Menteng. 

Dari total enam orangutan itu terdapat Runtu orangutan betina berusia 23 tahun. Ia jadi yang paling tua di kelompoknya saat dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Runtu merupakan orangutan direpatriasi dari Thailand. Runtu diselamatkan dan dikembalikan ke Kalimantan Tengah pada 2006 saat usianya masih 5,5 tahun. 

Ia dirasa sudah cukup mampu untuk hidup di alam liar sehingga 12 hun kemudian dilepasliarkan. Runtu diselamatkan dari praktek illegal di Thailand yang memaksa Orangutan menjadi objek wisata. 

Selain Runtu, ada lima orangutan lain yang diselamatkan antara lain, Bejo orangutan jantan berusia 17 tahun, happy orangutan jantan berusia 16 tahun, Blegi orangutan jantan berusia 12 tahun, Meryl orangutan betina berusia 10 tahun, dan Jengyos orangutan betina berusia 9 tahun. Totalnya enam orangutan dengan rincian tiga orangutan betina dan tiga orangutan jantan. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Persada Agussetia Sitepu mengatakan, orangutan merupakan spesies tangguh dalam beradaptasi dengan alam liar. Peran orangutan penting untuk keberlanjutan ekosistem. Untuk itu, orangutan yang sedang menjalani masa rehabilitasi dan reintroduksi saat ini harus disiapkan untuk melanjutkan peran sebagai spesies payung di hutan hujan tropis Kalimantan.

“Meskipun kami berperan dalam mengembalikan orangutan ke hutan, habitat alaminya, sesungguhnya, pahlawan sejati adalah orangutan itu sendiri. Keenam individu yang kami lepasliarkan hari ini adalah simbol kekuatan dan kemampuan luar biasa mereka dalam menghadapi tantangan alam,” kata Persada.

CEO Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Jamartin Sihite menjelaskan, enam orangutan itu dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan yang berbatasan langsung dengan Bukit Baka, Kalimantan Barat. Mereka yang dilepaskan merupakan orangutan yang sudah siap hidup di alam liar seperti seharusnya mereka hidup. 

“Pada momen Hari Pahlawan ini, kami diingatkan akan kebutuhan mendesak untuk melindungi satwa liar Indonesia yang terancam punah dan menjaga keseimbangan ekosistem yang mendukung keberlanjutan seluruh makhluk hidup,” kata Jamartin, Selasa (12/11/2024).

Jamartin menambahkan, upaya penyelamatan orangutan merupakan bagian dari upaya menyelamatkan alam, terutama hutan tempat mereka tinggal. Upaya itu tidak bisa dilakukan satu atau dua lembaga, untuk itu penting untuk melakukan kolaborasi terutama bersama masyarakat.

“Dengan dukungan dari seluruh pihak, kami percaya upaya konservasi dapat memberi manfaat jangka panjang, baik untuk satwa maupun untuk manusia. Mari kita bersama berkomitmen menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi warisan tak bernilai untuk generasi mendatang,” kata Jamartin. 

Melihat hal itu, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya (TNBBBR) Andi Muhammad Kadhafi menambahkan, pelepasliaran ini adalah simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan habitat alami di kawasan konservasi. Sehingga momen Hari Pahlawan dan Hari Cinta Puspa Satwa Nasional sejalan dengan tujuan pihaknya di Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dalam menjaga dan melindungi satwa, khususnya yang terancam punah. 

“Ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ekosistem. Dengan begitu, kami turut memastikan bahwa keberlanjutan alam ini akan tetap terjaga bagi generasi yang akan datang,” kata Andi.

Pelepasliaran ini merupakan kegiatan pelepasliaran yang ke 44 di Kalteng sejak 2012. Total sudah 533 orangutan dilepasliarkan sejak saat itu sampai hari ini di dua lokasi di Kalteng yakni Hutan Lindung Bukit Batikap dan TNBBBR. Yayasan BOS juga melepasliarkan orangutan di Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur. 

Walakin, yayasan tersebut saat ini merawat lebih dari 300 orangutan di dua pusat rehabilitasi orangutan, Kalteng dan Kaltim. Ratusan orangutan itu menunggu untuk dilepasliarkan ke rumah baru mereka. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard