Lewati ke konten utama
Budaya

Semangat Lestarikan Budaya dengan Lomba Baca Puisi Bahasa Dayak Ngaju

Redaksi 18-11-2024, 09:05 WIB 2 menit baca
Para peserta Lomba Baca Puisi Bahasa Dayak Ngaju foto bersama. (FOTO:ABU)
Para peserta Lomba Baca Puisi Bahasa Dayak Ngaju foto bersama. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT -  Lomba Baca Puisi Bahasa Dayak Ngaju yang diselenggarakan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke-25 tahun menjadi momentum penting untuk meningkatkan minat baca dan literasi anak-anak, serta melestarikan budaya lokal melalui bahasa Dayak Ngaju.

Acara tersebut menarik partisipasi 20 peserta yang bersemangat mengucapkan puisi dengan indah dan penuh ekspresi.

Salah satu juri lomba, Iwan menekankan pentingnya pemahaman dan penjiwaan dalam membaca puisi. Menurutnya puisi bukan sekadar mendongeng yang penuh dengan properti. Puisi memerlukan pergerakan tangan, suara, dan tatapan  mata  yang  sesuai  dengan  isi  puisi.

"Peserta lomba sudah menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Meskipun ada beberapa kalimat yang keliru, kami tidak menilai salah karena peserta masih  dalam  proses  belajar. Kami mengharapkan peserta dapat memperbaiki kekeliruan tersebut di masa mendatang," kata Iwan, Senin (18/11/2024).

Iwan mengingatkan  peserta  tentang  pentingnya  bahasa  kalbu  dalam  membaca  puisi, agar peserta memahami isi dari puisi yang mereka baca.

"Ketika akan membaca puisi, pahami dulu puisi tersebut. Jika kalian sudah memahami puisi itu dengan tatapan mata, tanpa ada suara tanpa ada audio sudah jadi, itu yang namanya bahasa kalbu. Intonasi yang jelas juga penting dalam membaca puisi," tuturnya.

Ketua DWP Kotim Anik Sukarelawati mengatakan, selain dalam rangka HUT DWP Kotim ke-25, kegiatan  ini  diselenggarakan bertujuan  untuk  meningkatkan  minat  baca  dan  literasi  anak-anak,  serta  untuk  melestarikan  bahasa  daerah,  khususnya  bahasa  Dayak  Ngaju. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi anak-anak untuk  lebih mencintai bahasa dan sastra," pungkasnya.

Dalam  lomba  tersebut,  terpilih  6  orang  pemenang  yang  akan  menerima  hadiah  pada  puncak  HUT  DWP  Kotim  ke-25  pada  11  Desember  mendatang.  Juara pertama  diraih  oleh  Junior  Jose  Joelihan  dari  SMPN  1  Sampit. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard