Semangat Lestarikan Budaya dengan Lomba Baca Puisi Bahasa Dayak Ngaju
SB, SAMPIT - Lomba Baca Puisi Bahasa Dayak Ngaju yang diselenggarakan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke-25 tahun menjadi momentum penting untuk meningkatkan minat baca dan literasi anak-anak, serta melestarikan budaya lokal melalui bahasa Dayak Ngaju.
Acara tersebut menarik partisipasi 20 peserta yang bersemangat mengucapkan puisi dengan indah dan penuh ekspresi.
Salah satu juri lomba, Iwan menekankan pentingnya pemahaman dan penjiwaan dalam membaca puisi. Menurutnya puisi bukan sekadar mendongeng yang penuh dengan properti. Puisi memerlukan pergerakan tangan, suara, dan tatapan mata yang sesuai dengan isi puisi.
"Peserta lomba sudah menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Meskipun ada beberapa kalimat yang keliru, kami tidak menilai salah karena peserta masih dalam proses belajar. Kami mengharapkan peserta dapat memperbaiki kekeliruan tersebut di masa mendatang," kata Iwan, Senin (18/11/2024).
Iwan mengingatkan peserta tentang pentingnya bahasa kalbu dalam membaca puisi, agar peserta memahami isi dari puisi yang mereka baca.
"Ketika akan membaca puisi, pahami dulu puisi tersebut. Jika kalian sudah memahami puisi itu dengan tatapan mata, tanpa ada suara tanpa ada audio sudah jadi, itu yang namanya bahasa kalbu. Intonasi yang jelas juga penting dalam membaca puisi," tuturnya.
Ketua DWP Kotim Anik Sukarelawati mengatakan, selain dalam rangka HUT DWP Kotim ke-25, kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan literasi anak-anak, serta untuk melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Dayak Ngaju.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi anak-anak untuk lebih mencintai bahasa dan sastra," pungkasnya.
Dalam lomba tersebut, terpilih 6 orang pemenang yang akan menerima hadiah pada puncak HUT DWP Kotim ke-25 pada 11 Desember mendatang. Juara pertama diraih oleh Junior Jose Joelihan dari SMPN 1 Sampit. (f1/sb)