Memasuki Musim Hujan, Pemkot Palangka Raya Diminta Siaga
SB, PALANGKA RAYA - Wakil Ketua I Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah meminta pemerintah kota agar dapat siaga dalam menghadapi musim hujan yang diprediksi akan terjadi pada November ini hingga beberapa bulan kedepan.
"Curah hujan yang tinggi mulai melanda Kota Palangka Raya. Ini akan meningkatkan risiko banjir, terutama di daerah pinggiran sungai Kahayan, seperti di Jalan Mendawai, Arut, dan sekitarnya yang sering mengalami banjir musiman," katanya, Rabu (20/11/2024).
Dia meminta pemerintah agar dapat siaga dengan melakukan pemantauan rutin ketinggian debit air di sungai-sungai serta danau yang ada di Kota Palangka Raya sehingga ketika terjadi kenaikan debit air yang signifikan, pemerintah dapat segera bertindak.
Namun hendaknya pemantauan debit air tersebut dapat dilaporkan dan diinformasikan kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya sebagai pengingat dini waspada banjir.
"Jadi warga itu tidak kaget ketika terjadi kenaikan debit air yang signifikan karena setiap harinya pemerintah telah menginformasikan kepada masyarakat," ucapnya.
Dede juga meminta agar pemerintah dapat memastikan sarana dan prasarana penanganan banjir benar-benar dalam kondisi yang layak pakai sehingga ketika warga memerlukan bantuan evakuasi, pemerintah dapat segera bertindak.
Tidak hanya itu, pemerintah juga diminta untuk memastikan ketersediaan bantuan agar nanti ketika posko pengungsian dibuka, masyarakat yang menjadi korban banjir dapat segera mendapatkan makanan selama mengungsi.
"Pemerintah Kota Palangka Raya harus memiliki rencana yang matang untuk penanggulangan banjir, mulai dari langkah pencegahan, evakuasi warga terdampak, hingga pemberian bantuan," ujarnya.
Untuk itu, politisi dari Partai Solidaritas Indonesia ini menekankan pentingnya tindakan ceat dan terencana yang dilakukan pemerintah kota untuk menghindari adanya korban jiwa ketika bencana banjir terjadi.
Pihaknya selaku mitra kerja pemerintah siap berkolaborasi bersama dalam mengantisipasi bencana banjir di daerah ini, terutama dalam membuat kebijakan-kebijakan yang strategis.
"Waspada dan antisipasi adalah upaya yang perlu diperhatikan ke depannya, karena kita tidak ingin bencana ini terjadi lagi di Kota Palangka Raya, bahkan sampai menelan korban jiwa,” pungkasnya. (sb)