Pergantian Tahun 2024, Petani Jagung Manis di Sampit Lesu
SB, SAMPIT - Petani jagung manis di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (kotim) tampak lesu lantaran hasil panen jagung tak semanis tahun lalu bahkan tidak mampu memenuhi permintaan pasar jelang malam tahun baru.
Anshori, salah seorang petani jagung manis di Jalan Teratai 4, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mengatakan hasil panen jagung tahun ini tidak sebagus tahun lalu.
"Hasil panen jagung kami tahun ini mengalami penurunan. Bahkan kami tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar yang cukup tinggi jelang malam tahun baru," kata Ansori, Senin (30/12/2024).
Ansori mengatakan, menjelang tahun baru merupakan momentum yang ditunggu-tunggu bagi para petani jagung. Sebab, pada waktu itu mereka bisa menjual hasil panen dengan harga lebih tinggi seiring meningkatnya daya beli masyarakat. Namun dengan kondisi seperti ini menurutnya petani bahkan merugi.
Anshori mengakui sebagai persiapan momen malam tahun baru, dia telah menanam jagung manis sejak tiga bulan lalu untuk kebutuhan akhir tahun. Namun, hasil panen tahun ini tidak maksimal.
"Kondisi ini mungkin pengaruh cuaca yang lebih sering hujan, bahkan beberapa hari lalu sempat banjir sehingga zat asam di tanah meningkat dan itu berdampak pada tanaman yang ada," ujarnya.
Dia menerangkan, kondisi yang dialaminya dari 2.000 bibit jagung yang ia tanam hanya sekitar 130 pohon yang tersisa. Yang artinya jumlah tersebut sangat jauh dari target.
Menurutnya, Sebagian tanaman jagung telah dipanen, lalu sebagian lagi harus dipangkas, karena rusak akibat terlalu sering diguyur hujan dan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman lain.
"Rencananya untuk jagung yang tersisa akan kami panen dua hari sebelum tahun baru atau 29 Desember 2024, karena pada waktu itu harga jagung sudah mulai tinggi," ucapnya.
Dia pun juga mengakui mengalami peningkatan yang signifikan dalam penjualan komoditas ini, terutama untuk kebutuhan pembuatan aneka kuliner khas tahun baru.
Berbagai jenis olahan jagung seperti jagung bakar dan jagung susu sangat diminati oleh masyarakat saat menyambut malam pergantian tahun.
"Namun karena panen kami kurang maksimal ada juga pembeli yang tidak kebagian," ungkapnya.
Dia menambahkan, terkait harganya biasanya mereka menjual dengan harga Rp4 ribu per biji, namun nantinya akan menyesuaikan dengan penjualan pedagang lainnya.
"Saat ini kami jual jagung manis seharga Rp4.000 per biji. Namun nanti kita lihat kalau ada perubahan. kami ingin menyesuiakan harga yang dijual pedagang lainnya," tandas Anshori. (f1/sb))