Bulog Kotim Siap Tampung Hasil Panen Jagung
SB, SAMPIT - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan kesiapannya mendukung penuh program penanaman jagung yang dicanangkan pemerintah. Mereka siap menyerap hasil panen nantinya.
"Sesuai arahan pemerintah, Bulog mendapat tugas tambahan untuk menyerap jagung, selain beras. Ini hal baru bagi Bulog, namun kami siap mendukung sepenuhnya program ini," ujar Kepala Bulog KC Kotim Muhammad Azwar Fuad, Jumat, Sabtu (18/1/2025).
Tanam jagung merupakan progam Asta Cita dari Presiden Prabowo. Mereka menargetkan ada 1 juta hektar lahan yang akan ditanam jagung pipilan. Progam ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Sementara Kabupaten Kotawaringin Timur ditargetkan 23.217 hektare, sehingga pemerintah daerah setempat menargetkan setiap desa menanam jagung seluas 100 hektare.
Terkait program tersebut, Bulog siap menyerap hasil panen nanti. Sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan terkait penyerapan hasil produksi jagung dari progam tersebut.
Lebih lanjut, Fuad menjelaskan bahwa penyerapan jagung oleh Bulog bukanlah akhir dari proses. Bulog akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendistribusikan jagung yang telah diserap.
"Beberapa opsi sedang kami jajaki. Pertama, kami akan mengarahkan jagung ke pabrik pengolahan pakan ternak di Parenggean yang rencananya beroperasi bulan Februari ini. Kedua, berdasarkan pengalaman di Kalimantan Barat, jagung dapat digunakan untuk stabilisasi harga pakan ternak di pasaran, terutama saat harga pakan naik. Jagung dapat didistribusikan ke perhimpunan peternak unggas dan telur," jelas Fuad.
Selain itu, Kalimantan Tengah daerah dengan kebutuhan pakan ternak cukup tinggi. Sehingga, Fuad optimis seluruh hasil panen jagung dapat terserap. Bahkan, kemungkinan besar permintaan akan melebihi pasokan.
"Kalimantan Tengah merupakan daerah dengan konsumsi jagung pipilan kering yang cukup tinggi," pungkas Fuad.
Sementara harga pembelian jagung oleh Bulog, lanjut Fuad, mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024, yaitu Rp 5.000 per kilogram dengan syarat kadar air maksimal 15%.
"Namun, berdasarkan press conference Menko Pangan belum lama ini, harga pembelian jagung akan dinaikkan menjadi Rp 5.500 per kilogram, naik 10% dari harga sebelumnya. Smeoga ini dapat meningkatkan semangat petani untuk menanam jagung," harapnya. (f1/sb)