Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat menghadiri acara. (FOTO:ABU)
SB, SAMPIT - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor menginginkan, pengelolaan Masjid Agung Wahyu Al Hadi atau yang selama ini dikenal sebagai Islamic Center di Kota Sampit dikelola lebih profesional dan mandiri.
Untuk itu pihaknya berencana akan menyerahkan pengelolaan Masjid Agung Wahyu Al Hadi tersebut kepada badan hukum yang berbentuk yayasan agar dapat dikelola lebih profesional.
"Karena jika dikelola oleh Yayasan masjid bisa lebih berkembang dan peranannya bagi masyarakat akan semakin luas melalui berbagai kegiatan positif yang nantinya diselenggarakan oleh Yayasan di masjid ini," kata Halikinnor, Rabu (12/2/2025).
Menurutnya, pemerintah daerah berkeinginan masjid Wahyu Al Hadi menjadi tempat wisata religi tidak hanya bagi warga lokal namun juga luar daerah sehingga perlu dikelola lebih fokus agar dapat mendongkrak citra Kota Sampit sebagai Kota religius sekaligus meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi.
Lanjutnya, rencana pembentukan yayasan ini juga telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar pengelolaan masjid bisa semakin baik dan inovatif sehingga tidak hanya sebagai tempat ibadah namun bisa menjadi pusat pembinaan umat dan penyelenggaraan kegiatan sosial maupun edukasi keagamaan lainnya.
"Sehingga masjid selain jadi pusat ibadah namun bisa menjadi tempat untuk anak-anak kita dalam pembinaan ilmu agamanya," tutupnya. (f1/sb)