seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid Hadiri Rakor Percepatan Penurunan Stunting 2025

by Redaksi - Tanggal 15-04-2025,   jam 11:47:34
Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lamandau Norol Latifah Rizky Aditya dan Kepala SKPD foto bersama Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting melalui yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aula Bapperida Prov Kalteng, Senin (14/04/2025). FOTO: DISKOMINFOSTANDI Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lamandau Norol Latifah Rizky Aditya dan Kepala SKPD foto bersama Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting melalui yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aula Bapperida Prov Kalteng, Senin (14/04/2025). FOTO: DISKOMINFOSTANDI

SB, NANGA BULIK- Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting melalui yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aula Bapperida Prov Kalteng, pada Senin (14/04/2025).

Acara tersebut di buka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H Edy Pratowo, yang di hadiri oleh Ketua TP PKK Kalteng, Wali Kota Bupati, Wakil Bupati dan se-Kalteng, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Kalteng, Wakil Ketua I DPRD Prov Kalteng, Kepala Instansi Vertikal, Kepala Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota Kalteng, serta seluruh TPPS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalteng.

H Edy Pratowo, dalam sambutannya mengatakan stunting masih menjadi persoalan serius sekaligus ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa di Indonesia, tidak terkecuali Kalteng.

"Stunting pun menjadi salah satu prioritas Program 100 Hari Gubernur dan Wakil Gubernur, dengan menyelaraskan program pemerintah daerah kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dengan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), Lumbung Pangan Nasional, dan Pencegahan Stunting," ujarnya.

Dirinya menekankan, percepatan penanganan stunting harus dilakukan secara terkoordinasi, terpadu, dan menyasar kelompok prioritas guna mencegah munculnya kasus baru.

"Stunting memerlukan penanganan secara cepat, tepat, dan menyeluruh, karena dampak yang ditimbulkan akan sangat merugikan, bukan hanya pada anak itu sendiri, namun juga bagi keluarga dan kelangsungan pembangunan daerah di masa mendatang," jelasnya.

Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid mengatakan Pemerintah Kabupaten Lamandau sangat mendukung program Pemerintah Provinsi Kalteng, termasuk masalah stunting, dan berharap penurunan angka stunting dapat menunjukkan hasil signifikan.

"Pemkab Lamandau berkomitmen dan siapkan langkah-langkah dalam penanganan stunting. Pemetaan kegiatan dan penganggaran juga menjadi hal yang mutlak dipersiapkan bersama, dalam rangka mendorong percepatan penurunan stunting," tegasnya. (by/sb)