seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Polda Kalteng Gelar Tradisi Pembaretan 126 Bintara Angkatan 52 dan Polwan 56

by Redaksi - Tanggal 16-04-2025,   jam 10:30:09
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan memimpin tradisi pembaretan angkatan Bintara 52 dan Polwan 56. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan memimpin tradisi pembaretan angkatan Bintara 52 dan Polwan 56. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalteng menggelar penutupan Peltihan dan tradisi pembaretan kepada 126 Bintara Remaja Angkatan 52 dan Polwan 56 tahun 2025 pada Rabu (16/4/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Eks Markas Ditsamapta Jalan Tjilik Riwut Km 7, Kota Palangka Raya tersebut langsung dipimpin oleh Kapolda kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dengan dihadiri oleh Wakapolda dan PJU Polda Kalteng, serta ibu Bhayangkari.

Kapolda berharap kegiatan pembaretan bukan sebagai akhir dari tuga, namun itu adalah awal untuk menambah semangat dan spirit melaksanakan tugas. Oleh sebab itu kegiatan pelatihan-pelatihan dalam rangka meningkatkan profesionalitas tetap harus dilaksanakan dan percaya dengan kemampuan ke profesional akan membentuk sosok dari anggota-anggota Bhayangkara yang memiliki kebijakan dalam melaksanakan tugas kompetensi.

“Tingkatkan kemampuan dan jadikan diri sebagai insan Bhayangkara yang professional. Dan saya berpesan agar senantiasa sikap rendah hati menjunjung tinggi etika serta membangun sinergi dengan masyarakat dan instansi lainnya. Jadilah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman dan keadilan,” tegasnya.

Jenderal bintang dua ini juga mendorong agar selalu tanamkan rasa melindungi dan juga melayani masyarakat, jadilah sosok Bhayangkara yang memiliki jiwa penolong kepada masyarakat.

Polri tidak lepas dari sorotan publik sehingga jadikan Polri yang amanah dan sebelum bertindak agar memikirkan terlebih dahulu sebab dan akibatnya. Terus dekat dengan masyarakat sebagai mana tugas utama dari Polri itu sendiri, hindari sikap arogan represif atau tindakan sewenang-wenang.

Jadi kedepankan keadilan dan etika dalam setiap tindakan, ingatlah masyarakat menaruh harapan besar kepada setiap insan Bhayangkara tugas-tugas ke depan akan semakin kompleks dan semakin penuh tantangan. Maka jadilah polisi penolong yang memiliki nilai responsive, professional, beretika dan berkeadilan. (sb)