Selama Libur Lebaran, RSUD dr Murjani Sampit Tidak Terima Kendala Pasien
SB, SAMPIT - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany menyampaikan, selama libur lebaran 2025 pihaknya tidak ada menerima laporan tentang hal-hal yang tidak bisa diselesaikan mengenai penanganan pasien.
"Selama libur lebaran alhamdulillah semua bisa ditangani dengan baik. Tidak ada kendala sedikitpun," kata dr Yulia, Sabtu (26/4/2025).
Ia menjelaskan, sebenarnya selama libur Lebaran pelayanan kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit tidak sepenuhnya diliburkan.
Layanan yang diliburkan hanya poliklinik, sedangkan untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap buka dan melayani bukan hanya pasien dalam kondisi darurat tapi juga rawat jalan dan sebagainya, sehingga semua kebutuhan masyarakat terkait layanan kesehatan tetap bisa dilayani.
Meski layanan IGD tetap bukan, tetapi tidak sedikit masyarakat yang terpaku pada pelayanan di poliklinik dan rela menunggu sampai waktu libur usai.
"Hari pertama pasca lebaran kemarin terjadi penumpukan pasien di semua Poliklinik. Karena banyak masyarakat yang menunggu berobat setelah libur," jelasnya.
Terdapat 23 poliklinik di RSUD dr Murjani Sampit, meliputi 21 dokter spesialis dan dua dokter rawat luka dan thalasemia dari Klinik Edelweiss. Satu poliklinik maksimal melayani 40-60 pasien dalam sehari.
Jumlah pasien ini tergantung loading atau proses layanan masing-masing klinik, misalnya untuk penyakit mayor seperti bedah dan obgyn bisa melayani hingga 60 pasien, sedangkan untuk penyakit dalam dan THT hanya sekitar 40 pasien.
“Melihat jumlah pasien yang datang bulan April ini kami belum bisa memastikan berapa persentase peningkatan. Karena akan digabungkan dengan pasca lebaran. Yang jelas kami berupaya memberikan pelayanan yang optimal sesuai dengan kemampuan kami,” pungkasnya. (f1/sb)