54 Guru di Kotim Ikuti Workshop Deep Learning
SB, SAMPIT – Sebanyak 54 guru di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ikuti Worskhop Modul Belajar Berbasis Deep Leraning. Kegiatan yang dilaksanan oleh Dinas Pendidikan setempat itu diharapkan memberikan banyak manfaat bagi para peserta.
"Ini merupakan hari ke dua Disdik menggelar Worskop Pembuatan Modul Belajar Berbasis Deep Leraning. Ada 54 guru dan nantinya ada angkatan kedua untuk guru lainnya, termasuk guru mapel,” kata Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah, Rabu (7/5/2025).
Ia menjelaskan, ini merupakan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dimana pada 2025 ini masih menggunakan kurikulum Merdeka Belajar namun ada sediki berbeda dengan pembelajaran deep leaning.
Guru-guru tak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga langsung siap mengimplementasikan pembelajaran bermakna sesuai Kurikulum Merdeka.
"Memang ada perbedaan prose belajar mengajar namun tidak signifikan dengan sebelumnya karena saat ini lebih dominan ke basis teknologi,” jelansya.
Dirinya berharap setelah pelaksanaan ini semua guru yang ikut kegiatan ini dapat mengimplementasikan ke sekolah dan berdampak ke guru lainnya.
Sementara itu salah satu peserta, Agnes Arjani Puspaningrum dari SD Negeri 2 Pelangsian Kecamatan Seranau mengungkapkan bahwa workshop ini sangat membuka wawasan guru dalam menyusun tujuan pembelajaran.
"Manfaat yang kami peroleh tentu sangat banyak. Salah satunya kami jadi mengetahui bagaimana menyusun tujuan pembelajaran yang baik, yaitu dengan unsur A-B-C-D-nya," katanya.
la menambahkan, workshop ini juga menjelaskan dengan detail bagaimana penerapan deep learning di kelas agar sesuai dengan arah transformasi pendidikan nasional.
"Setelah mengikuti workshop, tentu kami akan menerapkan apa yang sudah disampaikan oleh narasumber, yaitu membuat modul ajar berbasis deep learning, sehingga pembelajaran di sekolah dapat maksimal," lanjutnya.
Agnes juga menilai bahwa sistem pembelajaran saat ini terasa berbeda dibanding program sebelumnya.
"Sekarang ini lebih menekankan pada pembelajaran yang joyful, meaningful, dan mindful. Jadi pembelajarannya lebih bermakna dan mendalam, sehingga peserta didik bisa lebih memahami dan memaknai proses belajar itu sendiri," ucapnya.
Kemudian, narasumber workshop Nini Sumarni dari SMK Negeri 1 Kota Besi menyampaikan materi tentang perancangan assessment untuk mendukung deep learning.
"Kami menyampaikan bagaimana merancang assessment pembelajaran mendalam untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ini penting agar guru tahu cara mengukur sejauh mana capaian peserta didik," jelasnya.
la pun mengapresiasi antusiasme para peserta dalam kegiatan ini sejak awal hingga akkhir.
Luar biasa. Bapak ibu guru sangat antusias, tidak henti-hentinya bertanya dan saling memberi masukan. Kolaborasi ini membuat pemahaman mereka tentang bagaimana merancang assessment yang tepat jadi semakin kuat," katanya.
Menurut Nini, pemahaman peserta terlihat makin dalam saat mereka mulai memahami cara menyusun rubrik dan menyampaikan instruksi yang jelas dan efektif.
"Itu semua kunci supaya tujuan pembelajaran bisa benar-benar tercapai," pungkasnya. (f1/sb)