Lewati ke konten utama
Budaya

Tari Kolosal Spirit of Isen Mulang Memukau Penonton di Tengah Hujan

Redaksi 18-05-2025, 10:05 WIB 2 menit baca
Tarian kolosal yang dibawakan ratusan pelaku seni ditengah hujan berhasil memukau penonton. (FOTO:ISTIMEWA)
Tarian kolosal yang dibawakan ratusan pelaku seni ditengah hujan berhasil memukau penonton. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Sebanyak 175 pelaku seni dari berbagai sanggar di Kalimantan Tengah berhasil memukau ribuan penonton lewat pertunjukan tari kolosal bertajuk “Spirit of Isen Mulang”, meski digelar di tengah guyuran hujan, Sabtu malam (17/5/2025).

Penampilan ini menjadi pembuka dari rangkaian acara Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan III Tahun 2025, yang dilaksanakan bersamaan dengan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2025 di Stadion Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya.

Kendati hujan turun deras, semangat para penari tidak surut. Penonton pun antusias dan tetap bertahan menyaksikan pertunjukan, bahkan rela berbasah-basahan demi menikmati suguhan seni budaya yang menggugah semangat.

Tarian kolosal “Spirit of Isen Mulang” mengangkat nilai-nilai pantang menyerah, sesuai dengan semboyan “Isen Mulang” yang melekat erat dalam jiwa masyarakat Dayak Kalimantan Tengah.

Pada kesempatan ini, Taman Budaya Kalimantan Tengah didaulat sebagai tuan rumah Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan ke-III. Setelah sebelumnya diselenggarakan di Kalimantan Selatan (2023) dan Kalimantan Barat (2024), tahun 2025 menjadi giliran Kalimantan Tengah menunjukkan eksistensi dan kekayaan budayanya di kancah regional.

Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi para pelaku seni budaya dari seluruh wilayah Kalimantan untuk bertemu, berkarya, dan berbagi inspirasi demi pelestarian budaya lokal.

Festival Budaya Isen Mulang 2025 sendiri diikuti oleh 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, dengan menghadirkan 18 jenis kegiatan budaya dan pertunjukan seni. Selama satu pekan, dari 17 hingga 23 Mei 2025, masyarakat dapat menikmati beragam acara budaya, termasuk parade budaya, lomba tradisional, musik daerah, dan pertunjukan tari.

Bersamaan dengan itu, juga digelar Kalteng Expo 2025, yang melibatkan pelaku UMKM, komunitas budaya, serta sektor ekonomi kreatif dari berbagai penjuru provinsi. Pameran ini menjadi ajang promosi produk lokal dan upaya nyata menggerakkan roda perekonomian daerah.

Acara secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, melalui pemukulan katambung, alat musik tradisional Dayak, sebagai simbol dimulainya festival tahunan ini.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa FBIM adalah festival budaya terbesar di Kalimantan Tengah, dan menjadi momentum penting dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya daerah.

“FBIM bukan hanya perayaan seni dan budaya, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap kontribusi para seniman dan pelaku budaya. Ini juga menjadi peluang bagi UMKM untuk berkembang melalui promosi produk lokal,” ujar Gubernur.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.

“Mari kita bangga memakai produk lokal sebagai bagian dari upaya memajukan ekonomi daerah,” tegasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard