Lewati ke konten utama
Budaya

Tradisi Mangaruhi Meriahkan Festival Budaya Isen Mulang 2025

Redaksi 20-05-2025, 11:27 WIB 1 menit baca
Para peserta FBIM berlomba-lomba menangkap ikan menggunakan tangan. (FOTO:ISTIMEWA)
Para peserta FBIM berlomba-lomba menangkap ikan menggunakan tangan. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Suasana meriah dan penuh antusiasme tampak mewarnai kawasan Stadion Tuah Pahoe, Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, saat lomba tradisional Mangaruhi digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Provinsi Kalimantan Tengah 2025, Senin (19/5/2025).

Puluhan pria muda hingga paruh baya tampak serius menyusuri kolam berlumpur, meraba dasar air dengan tangan kosong. Sesekali terdengar gelak tawa saat peserta menunjukkan ekspresi kaget atau geli, menandai momen saat mereka menemukan ikan tersembunyi di balik lumpur pekat.

Mangaruhi adalah tradisi khas suku Dayak yang telah diwariskan turun-temurun. Kegiatan ini merupakan keterampilan menangkap ikan menggunakan tangan kosong di kolam yang telah diisi sebelumnya oleh panitia dengan ikan seperti gabus (haruan) dan lele.

“Mangaruhi adalah tradisi yang biasa dilakukan dalam kegiatan adat atau upacara masyarakat Dayak. Ini bukan sekadar lomba, tapi juga bentuk pelestarian budaya kita,” ujar Gauri Vidya Dhaneswara, salah satu panitia FBIM 2025.

Dalam perlombaan ini, peserta ditantang untuk mengandalkan ketangkasan, naluri, dan kecepatan dalam mencari ikan di kolam berlumpur. Penonton yang memadati sisi kolam turut larut dalam suasana, memberikan semangat dan tawa saat menyaksikan peserta berjibaku di dalam air.

Tradisi Mangaruhi tak hanya menjadi tontonan yang menarik, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari pelestarian nilai-nilai budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Melalui ajang FBIM 2025, tradisi ini kembali mendapat panggung, memperkuat identitas budaya masyarakat Kalimantan Tengah di mata publik. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard