Pemkab Kapuas Bahas Transmigrasi Lokal Bersama Staf Kepresidenan, Strategi Penanggulangan Banjir
SB, JAKARTA - Bupati Kapuas bersama Ketua DPRD Kabupaten Kapuas, didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), melakukan koordinasi dengan Staf Kepresidenan di Jakarta pada Rabu (28/05/2025). Pertemuan ini membahas program transmigrasi lokal sebagai langkah strategis dalam penanggulangan bencana banjir tahunan yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas.
Bupati Kapuas, Wiyatno, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta mitra strategis lainnya, guna memastikan pelaksanaan program berjalan dengan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas.
“Dalam pelaksanaannya, program transmigrasi lokal ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan wilayah, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan-lahan potensial yang belum tergarap secara maksimal,” ujar Wiyatno.
Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar perpindahan penduduk, melainkan merupakan bagian dari pembangunan wilayah secara terpadu yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Melalui program transmigrasi lokal ini, sebanyak 12.317 kepala keluarga (KK) direncanakan akan direlokasi secara terstruktur ke wilayah-wilayah potensial di Kabupaten Kapuas.
Adapun pelaksanaan program ini akan tersebar di 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Mantangai, Timpah, Kapuas Hulu, Kapuas Tengah, Pasak Talawang dan Mandau Talawang.
Sebanyak 32 desa telah ditetapkan sebagai lokasi transmigrasi berdasarkan kriteria kesesuaian lahan, potensi wilayah, dan kesiapan infrastruktur dasar.
Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang terhadap tantangan bencana banjir di Kapuas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman. (lk/sb)