Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Apresiasi Perpisahan SDN 3 MB Hulu Menampilkan P5

Redaksi 16-06-2025, 01:20 WIB 2 menit baca
Pelaksanaan perpisahan siswa kelas VI di SDN 3 Mentawa Baru Hulu. (FOTO:ISTIMEWA)
Pelaksanaan perpisahan siswa kelas VI di SDN 3 Mentawa Baru Hulu. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi momen perpisahan siswa kelas VI di SDN 3 Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim, Senin (16/5/2025)

"Karena selain melepas para siswa ke jenjang selanjutnya, sekolah ini juga meluncurkan pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk tahun ajaran 2025, sebagai bagian dari komitmen pendidikan karakter sejak dini,” kata Koordinator Disdik Kotim Kecamatan MB Ketapang, Jumratul Abidinsyah

Jumratul menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh siswa yang dilepas bahwa ini bukan akhir, melainkan awal dari petualangan baru yang lebih besar.

"Anak-anakku, tetap semangat. Terima kasih kepada para guru atas ilmu yang telah diberikan, semoga menjadi amal dan keberkahan bagi kita semua," ujarnya

Jumratul juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan para orang tua kepada sekolah selama ini. Ia menyebut kebersamaan antara orang tua dan pihak sekolah adalah kunci sukses pendidikan yang terbukti dari keberhasilan hari ini.

la mengingatkan para siswa untuk menjaga nama baik sekolah di mana pun mereka melanjutkan pendidikan, baik ke SMP negeri, swasta, MTS, maupun pesantren.

"Jangan pernah berhenti belajar. Bapak ingatkan satu hal lagi: jaga nama baik SDN 3 Mentawa Baru Hulu. Itu penting," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Jumratul juga memperkenalkan pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tahun 2025. la menekankan bahwa P5 bukan sekadar pelengkap dalam kurikulum, melainkan pondasi penting dalam pembentukan karakter siswa.

"Melalui P5 kita ingin menanamkan enam dimensi profil pelajar Pancasila. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, dan kreatif. Ini akan menjadi bekal anak-anak kita menghadapi tantangan zaman," jelasnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan P5 memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari pengalaman, memecahkan masalah nyata, dan mengembangkan potensi diri di luar kelas.

Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan hingga partisipasi aktif orang tua murid.

"Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang inovatif, inspiratif, dan menyenangkan bagi anak-anak kita," ajaknya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard