Lewati ke konten utama
Budaya

Redaksi 30-06-2025, 10:39 WIB 2 menit baca
Pembukaan Senandung Irama Bhinneka Tunggal Ika yang dilaksanakan oleh UPT Kalimantan Tengah. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Pembukaan Senandung Irama Bhinneka Tunggal Ika yang dilaksanakan oleh UPT Kalimantan Tengah. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Dalam rangka memperingati Hari Musik Sedunia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah melalui UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah menggelar acara bertajuk “Senandung Irama Bhinneka Tunggal Ika 2025” pada Minggu malam, 29 Juni 2025, di Sanggar Seni Taman Budaya Kalteng, Palangka Raya.

Konser ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara, khususnya musik tradisional. Tidak hanya menampilkan musik khas Dayak Kalimantan Tengah, acara juga menyuguhkan pertunjukan dari budaya Jawa, Bali, dan Batak, yang mencerminkan semangat kebhinekaan dalam satu panggung seni.

Ratusan penonton memenuhi lokasi acara dan menyambut penampilan para peserta dengan antusias. Riuh tepuk tangan dan sorak sorai meriah mewarnai setiap akhir penampilan, menciptakan suasana penuh semangat kebangsaan.

Dalam sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng yang dibacakan oleh Kepala UPT Taman Budaya, Wildae D Binti, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari cipta, rasa, dan karsa para seniman daerah, yang berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Ini adalah salah satu upaya mempertahankan eksistensi kebudayaan bangsa. Karena itu, dibutuhkan peran serta dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat—terlebih dari para pegiat seni dan budaya,” ujar Wildae.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng memberikan perhatian besar terhadap pembinaan dan pengembangan seni budaya lokal sebagai bagian dari kebudayaan nasional. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wujud nyata pelestarian budaya dan bentuk apresiasi terhadap musik tradisi Nusantara.

“Harapannya, kegiatan ini dapat menggugah semangat para pelaku seni untuk terus meningkatkan kreativitas dan menjadikan seni budaya sebagai daya tarik pariwisata Kalimantan Tengah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program seni budaya ini sejalan dengan visi-misi Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabrang, yang menempatkan pelestarian martabat masyarakat Dayak sebagai prioritas utama.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Cristian Justin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan ruang ekspresi inklusif bagi seniman lokal, pelajar, dan masyarakat umum, untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui seni musik tradisional.

“Kami ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan melalui seni. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi sekaligus media ekspresi bagi generasi muda dan pelaku seni budaya,” tutupnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard