seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kapolres Lamandau Pimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-79

by Redaksi - Tanggal 02-07-2025,   jam 07:47:39
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono bersama Pejabat Polres Lamandau dan anggota foto bersama usai Utara HUT Bhayangkara Ke-79. FOTO: BAYU Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono bersama Pejabat Polres Lamandau dan anggota foto bersama usai Utara HUT Bhayangkara Ke-79. FOTO: BAYU

SB, NANGA BULIK - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polres Lamandau melaksanakan kegiatan Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Mapolres Lamandau, pada Selasa (1/7/2025). 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono berlangsung khidmat dengan penuh kebanggaan akan peran Bhayangkara dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.

AKBP Joko Handono saat membacakan amaanat Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, mengatakan tuntutan terhadap kinerja Polri semakin tinggi, masyarakat menuntut kehadiran Polri yang tidak hanya tegas dalam hukum, tetapi juga adil dalam tindakan, bijak dalam komunikasi, serta humanis dalam pelayanan.

"Kita menyadari zaman terus berubah, teknologi berkembang pesat, dinamika sosial semakin kompleks, dan tantangan keamanan semakin beragam, oleh karena itu, Polri harus terus berbenah diri, memperkuat internal, memperbaiki pelayanan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas," ucapnya. 

Lanjutnya berkaitan dengan isu lingkungan hidup, konflik lahan, peredaran narkoba, kejahatan jalanan, hingga Disinformasi digital, Polri tidak bisa bekerja sendiri.

"Kita harus membangun sinergi yang kokoh dengan seluruh elemen bangsa, pemerintah daerah, TNI, Tokoh adat, Tokoh agama, Akademisi, Media, dan entunya masyarakat," jelasnya. 

"Sebagai Bagian Dari Transformasi Menuju Polri yang PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat digitalisasi layanan kepolisian, memberantas segala bentuk penyimpangan internal, serta memperkuat kepercayaan publik," tandasnya. (sb/by)