Lewati ke konten utama
Pemkab Murung Raya

Pemkab Mura Apresiasi Kolaborasi OJK dan Mitra dalam Roadshow Literasi Keuangan 2025

Redaksi 09-07-2025, 10:42 WIB 1 menit baca
Kegiatan Roadshow Literasi dan Edukasi Keuangan Tahun 2025 dari OJK yang berkolaborasi dengan Pemkab Mura. (FOTO:DISKOMINFO)
Kegiatan Roadshow Literasi dan Edukasi Keuangan Tahun 2025 dari OJK yang berkolaborasi dengan Pemkab Mura. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya memberikan apresiasi tinggi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah, Bank Indonesia, PT Bank Kalteng, dan BPJS Ketenagakerjaan atas terselenggaranya Roadshow Literasi dan Edukasi Keuangan Tahun 2025 di daerah tersebut.

Kegiatan yang digelar pada Selasa (8/7/2025) di Aula Cahai Ondhui Tingang (Gedung B), Kantor Bupati Murung Raya, dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Mura, Batara, yang mewakili Bupati Heriyus.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Batara, kegiatan ini disebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), terhadap dunia keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

“Literasi keuangan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital. ASN harus bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dan keluarga,” tegas Batara.

Dalam kegaiatan tersebut setidaknya ada beberapa meteri yang disampaikan, diantaranya adalah pengenalan tugas dan fungsi OJK, pencegahan investasi ilegal, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, pemanfaatan produk keuangan digital dan QRIS, serta edukasi layanan keuangan inklusif, terutama bagi ASN dan perempuan sebagai pengelola ekonomi keluarga.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi Murung Raya HEBAT dan mendukung pencapaian Murung Raya EMAS 2030, yakni daerah yang semakin maju dan sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menjelaskan bahwa OJK memiliki tiga fungsi utama: mengatur, mengawasi, dan melindungi sektor jasa keuangan, termasuk perlindungan terhadap konsumen.

“Kami ingin masyarakat, khususnya ASN, bisa mengenali layanan keuangan secara bijak, mengelola pendapatan dengan tepat, serta menghindari praktik keuangan yang merugikan seperti pinjaman online ilegal,” ujar Primandanu.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta, karena tidak hanya memperluas wawasan keuangan, tapi juga membekali mereka dengan kemampuan praktis dalam menghadapi tantangan finansial di era digital. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard