Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Alokasikan Rp 4 Miliar untuk Rehabilitasi SD dan SMP

Redaksi 08-08-2025, 02:26 WIB 1 menit baca
Kadisdik Kotim Muhammad Irfansyah saat diwawancarai, Jumat (8/8/2025). (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Kadisdik Kotim Muhammad Irfansyah saat diwawancarai, Jumat (8/8/2025). (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar dari APBD tahun 2025 untuk merehabilitasi puluhan bangunan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah tersebut.

Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki 15-17 SD dan 5-7 SMP, dengan fokus utama pada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan cukup serius, terutama di kawasan perkotaan.

“Anggaran sekitar empat miliar lebih. Itu difokuskan untuk sekolah-sekolah yang memang sangat membutuhkan, terutama di kawasan perkotaan,” ujar Irfansyah, Jumat (8/8/2025).

Irfansyah mengungkapkan, kegiatan rehabilitasi dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan masing-masing sekolah. Mulai dari perbaikan ringan seperti plafon, cat dinding, jendela, pintu, hingga lantai, hingga rehabilitasi total untuk bangunan yang dinilai sudah tidak layak pakai.

“Kebanyakan hanya perbaikan ringan, tapi ada juga yang direhab total. Semua disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Pelaksanaan rehabilitasi ini tersebar di sejumlah sekolah, dengan prioritas di wilayah perkotaan yang tingkat kerusakannya lebih cepat terdeteksi dan berdampak langsung terhadap aktivitas belajar mengajar.

Lebih lanjut, Disdik Kotim juga telah mengusulkan tambahan anggaran untuk program serupa dalam APBD Perubahan 2025, meski masih menunggu persetujuan dari pihak terkait.

“Untuk anggaran perubahan, kami sudah siapkan usulan tambahan. Tapi masih menunggu proses dan persetujuan,” ungkap Irfansyah.

Disdik Kotim menargetkan agar program rehabilitasi ini berjalan berkelanjutan hingga tahun 2026, mengingat jumlah sekolah yang masih membutuhkan perbaikan cukup banyak.

“Kita targetkan program ini lanjut sampai 2026. Semua akan ditangani perlahan tapi pasti,” tegasnya.

Irfansyah berharap, melalui peningkatan infrastruktur sekolah, kualitas proses belajar mengajar juga ikut meningkat. Lingkungan belajar yang layak dan aman menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong semangat belajar siswa.

“Kami ingin anak-anak belajar dengan nyaman. Karena kondisi bangunan juga sangat berpengaruh terhadap semangat belajar mereka,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard