Lewati ke konten utama
NASIONAL

OJK Gelar Digination Day 2025 di Semarang, Perkuat Inovasi Keuangan Digital dan Kolaborasi Industri

Redaksi 13-08-2025, 09:38 WIB 3 menit baca
Ketika OJK menggelar OJK Digital Financial Innovation Day 2025 di Kota Semarang. (FOTO:ISTIMEWA)
Ketika OJK menggelar OJK Digital Financial Innovation Day 2025 di Kota Semarang. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar OJK Digital Financial Innovation Day (OJK Digination Day) 2025 di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Selasa (12/8/2025), sebagai forum strategis tahunan untuk mengevaluasi perkembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) serta memperkuat kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan pemangku kepentingan.

Ajang ini sekaligus menandai dua tahun berdirinya Bidang Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD), yang merupakan bagian dari transformasi kelembagaan OJK pasca pengesahan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Hasan Fawzi, menekankan pentingnya sinergi untuk mempercepat adopsi teknologi dalam sektor jasa keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.

“Industri ini harus memperluas basis investor dan konsumen, memperkaya instrumen keuangan melalui produk dan layanan baru, serta meningkatkan kegiatan bisnis dan likuiditas pasar melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Hasan menyebut bahwa Digination Day adalah ruang kolaboratif yang konkret untuk membangun ekosistem digital yang tangguh, aman, dan inklusif. Ia menambahkan bahwa keberhasilan transformasi sektor keuangan sangat bergantung pada inovasi kolektif semua pihak.

“Pelaku industri IAKD diharapkan menjadi motor penggerak inovasi melalui produk dan layanan berbasis teknologi yang responsif terhadap pasar,” tambahnya.

Per Juli 2025, tercatat 30 penyelenggara ITSK dan 23 pelaku di ekosistem perdagangan aset keuangan digital yang telah memperoleh izin dari OJK, menunjukkan tren pertumbuhan industri IAKD.

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah peluncuran “Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia”, yang bertujuan memperkuat ketahanan siber, melindungi data dan aset konsumen, serta meningkatkan kepercayaan publik melalui transparansi dan kepatuhan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyambut baik penyelenggaraan Digination Day 2025 di Semarang.

“Digitalisasi akan membuat proses lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Kami berharap inisiatif ini mampu mempercepat transformasi keuangan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara, OJK bersama International Labour Organization (ILO) juga memaparkan mockup proyek kerja sama Digitalisasi Ekosistem Industri Sapi Perah, yang mengintegrasikan teknologi dalam rantai pasok mulai dari peternak, pembiayaan, hingga pasar.

Inisiatif ini mendukung inklusi keuangan dan pemberdayaan peternak lokal, serta memperluas kontribusi sektor jasa keuangan dalam ekonomi daerah.

Dalam talkshow bertema “Peran dan Fungsi PKA & PAJK dalam Pendalaman Pasar Keuangan”, OJK bersama pelaku industri membahas kontribusi dua model bisnis ITSK:

  • Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA), yang mencatat 27,57 juta hit konsumen (YTD Juni 2025), menunjukkan tingginya minat pada solusi penilaian kredit berbasis data alternatif.
  • Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK), yang menjangkau 6,9 juta pengguna dengan nilai transaksi Rp12,61 triliun (YTD Juni 2025), memperkuat peran digital aggregator dalam memperluas akses ke layanan keuangan.

Untuk memperluas dampak teknologi di daerah, sesi business matching mempertemukan penyelenggara PKA dan PAJK dengan pelaku jasa keuangan lokal seperti BPR/S, LKM/S, dan BPD di Jawa Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo, Ketua Perbarindo Jateng Dadi Sumarsana, serta para penyelenggara ITSK dan mitra dari lembaga jasa keuangan.

Acara juga menayangkan kaleidoskop capaian Bidang Pengawasan IAKD dalam setahun terakhir, mencakup peluncuran inisiatif baru, kolaborasi strategis, dan penguatan ekosistem keuangan digital.

OJK Digination Day 2025 menjadi momentum penting untuk menegaskan arah kebijakan transformasi digital keuangan nasional yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard