DPRD Kalteng Harapkan Puskemas Tangkiling Segera Direhab
SB, PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng mendesak rehabilitasi Puskesmas Tangkiling di Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Jekan Raya, segera direalisasikan. Penambahan ruang rawat inap juga dinilai mendesak untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.
Anggota DPRD Kalteng Dapil I, Faridawaty Darland Atjeh, mengatakan kebutuhan tersebut diketahui saat dirinya melakukan reses perseorangan ke Puskesmas Tangkiling.
“Puskesmas Tangkiling membutuhkan rehabilitasi bangunan yang rusak dan pembangunan ruang rawat inap. Kebutuhan anggarannya kurang lebih Rp9 miliar,” kata Faridawaty.
Menurutnya, peningkatan fasilitas harus dilakukan karena aktivitas pelayanan di puskesmas tersebut cukup tinggi. Setiap hari, sekitar 40 hingga 50 pasien datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Jumlah pasien setiap hari cukup banyak. Karena itu, fasilitas pelayanan harus benar-benar memadai agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang nyaman dan maksimal,” ujarnya.
Faridawaty yang juga Srikandi Komisi III DPRD Kalteng itu menambahkan, Puskesmas Tangkiling tidak hanya melayani pasien pada jam kerja. Fasilitas tersebut juga memiliki layanan Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam.
“UGD di sini buka 24 jam. Bahkan, Puskesmas Tangkiling juga menerima pasien rujukan dari luar kota. Jadi, kebutuhan ruang rawat inap memang sangat penting,” tegasnya.
Ia menilai rehabilitasi dan pembangunan fasilitas baru perlu disesuaikan dengan standar Kementerian Kesehatan. Dengan begitu, Puskesmas Tangkiling dapat memberikan pelayanan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kapasitas sebagai puskesmas perkotaan.
“Kami ingin Puskesmas Tangkiling bisa memenuhi standar Kementerian Kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat semakin baik,” katanya.
Faridawaty mengungkapkan, usulan pengembangan Puskesmas Tangkiling sebelumnya telah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Namun, menurutnya, usulan tersebut perlu terus dikawal agar segera masuk tahap realisasi.
“Usulan ini sudah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Kami meminta Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Ia berharap dukungan anggaran dapat segera diperoleh sehingga perbaikan bangunan dan pembangunan ruang rawat inap tidak kembali tertunda.
“Jangan sampai kebutuhan masyarakat hanya berhenti pada usulan. Kami berharap ada tindak lanjut konkret, karena fasilitas kesehatan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (sb/*)