Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

DPRD Dorong Percepatan Revitalisasi Pasar Tradisional di Palangka Raya, Ini Perlu Diperhatikan

Redaksi 26-08-2025, 11:07 WIB 2 menit baca
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Bennie Brian Tonni
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Bennie Brian Tonni

SB, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Bennie Brian Tonni, menekankan pentingnya percepatan revitalisasi pasar tradisional agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern serta memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.

Menurut Bennie, pasar tradisional memiliki peran vital sebagai pusat ekonomi kerakyatan, namun saat ini banyak yang masih jauh dari standar ideal, baik dari segi kebersihan, fasilitas, maupun kenyamanan.

“Pasar bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi wajah kota. Sudah saatnya pasar-pasar di Palangka Raya lebih bersih, tertata, dan memiliki fasilitas yang layak,” tegas politisi dari PDI Perjuangan itu.

Ia menambahkan, revitalisasi yang dilakukan pemerintah tidak boleh memberatkan pedagang kecil. Penataan harus dilakukan dengan pendekatan pro-pedagang, seperti penataan lapak yang rapi, penyediaan sanitasi memadai, serta peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan pasar.

“Modernisasi pasar tidak boleh mematikan pedagang kecil. Jangan sampai revitalisasi malah menjadi beban baru. Pemerintah harus hadir memberikan solusi dan memastikan mereka tetap bisa berjualan dengan layak,” ujarnya.

Selain dari sisi fisik, Bennie juga menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan kepada pedagang, termasuk pelatihan pengelolaan usaha, promosi digital, dan peningkatan kualitas pelayanan. Ia menilai langkah ini penting untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus menjadikan pasar tradisional lebih menarik bagi generasi muda.

“Promosi lewat media sosial, pelatihan digital marketing, dan keterampilan berbisnis sangat diperlukan. Kita ingin pedagang pasar punya daya saing, bukan hanya mengandalkan pembeli loyal, tapi bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Guna mempercepat revitalisasi pasar tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bennie juga mendorong agar pemerintah kota menggandeng sektor swasta melalui skema kemitraan atau tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kolaborasi pemerintah dan swasta sangat penting. Dengan sinergi, revitalisasi bisa berjalan lebih cepat dan hasilnya maksimal tanpa membebani APBD,” pungkasnya.

Bennie berharap langkah konkret segera diambil oleh Pemkot Palangka Raya agar keberadaan pasar tradisional tetap menjadi kekuatan ekonomi rakyat sekaligus mencerminkan identitas kota yang bersih dan tertata. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard